Heboh Selebgram Pakai Antiseptik Sebagai Pembersih Udara, Ketahui Faktanya

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 15 April 2020 16:48
Heboh Selebgram Pakai Antiseptik Sebagai Pembersih Udara, Ketahui Faktanya
Harapannya dengan memasukkan cairan tersebut, antiseptik bakal menjadi uap dan udara jadi bebas virus. Ternyata...

Dream - Selebgram Dinda Shafay melalui akun TikToknya @dindasafay membagikan video 'anticoronavirus check'. Dalam video tersebut, Dinda memasukkan cairan antiseptik dalam alat difusser atau pembersih/ pelembap udara.

Harapannya dengan memasukkan cairan tersebut, antiseptik bakal menjadi uap dan udara jadi bebas virus. Biasanya alat tersebut digunakan untuk menguapkan essential oil dan ditaruh di ruangan agar udara lebih sehat dan suasana jadi lebih tenang.

 

Rupanya Dinda memanfaatkan sebagai alat untuk membersihkan udara. Hal ini diketahui dari video TikToknya yang viral di media sosial.

 

1 dari 4 halaman

Berbahaya

Sahabat Dream sebaiknya jangan mengikuti langkah dilakukan Dinda. Pasalnya hal tersebut sangat berbahaya. Antiseptik cair yang banyak dijual di pasaran, fungsinya adalah untuk membersihkan virus dan kuman di permukaan benda, bukan di udara.

Saat terhisap hidung lalu masuk ke paru-paru juga sangat berbahaya. Bisa berdampak negatif pada mukosa. Hal ini dijelaskan Kusumandaru, seorang dokter spesialis anastesi dalam akun Twitternya @aan.

 

" Mohon tidak menjadikan dettol sebagai bahan alat diffuser. Chloroxylenol pada dettol bisa mengiritasi mukosa saluran pernafasan. Chloroxylenol, Skin, eye, respiratory irritation, Common contact allergens," tulis Aan sambil menyertakan bukti penelitian di akun Twitternya.

Hati-hati ya Sahabat Dream

2 dari 4 halaman

Viral, Mengukus Masker Bekas di Rice Cooker Bisa Bunuh Virus?

Dream - Pandemi virus corona membuat stok masker sangat terbatas, bahkan sangat langka. Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha memakai masker secara berulang, padahal jenisnya untuk satu kalai pakai.

Nah, baru-baru ini ada cara untuk membersihkan masker dari segara virus dan bakteri yang telah digunakan. Cara membersihkan ini bahkan menjadi viral di media sosial.

Cara itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) Taiwan, Wu Shou-mei, dan kepala Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC), Chen Shih-chung.

Dilansir oleh World of Buzz, Wu dan Chen mempraktikkan cara membunuh virus dan bakteri dengan 'mengukus' masker bekas pakai. Kira-kira apakah bisa ya?

Berikut Dream akan merangkumkan informasinya untuk kamu:

3 dari 4 halaman

Proses "Pengukusan" Masker

Ilustrasi Pengukusan Masker

Wu dan Chen menempatkan rak logam di bagian bawah penanak nasi dan menempatkan masker yang telah digunakan ke dalamnya dan " mengukus" selama tiga menit.

Wu kemudian memberi tahu untuk membiarkan masker itu tetap berada di dalam selama lima menit sebelum membawanya keluar untuk menyelesaikan proses disinfeksi.

Dia juga mengingatkan untuk tidak memasukkan air ke di dalam penanak karena akan merusak masker. Menggunakan penanak nasi lebih baik daripada menyemprotkan disinfektan, karena cairan dapat merusak lapisan elektrostatik masker.

Wu kemudian mengklaim bahwa disinfektan masker dengan penanak nasi memungkinkan masker untuk digunakan kembali hingga " empat atau lima kali" berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh FDA. Efisiensi penyaringan bakteri (BFE) dari masker juga dapat dipertahankan pada tingkat 99% bahkan setelah lima kali proses.

4 dari 4 halaman

Netizen Gagal Mempraktekkan Ide Wu

Ide cemerlang Wu tampaknya bukan cara yang ideal untuk " mendisinfeksi masker" seperti yang dia nyatakan.

Seorang pria dari Thailand, Mai Phutti Sukadecha, memutuskan untuk mencoba metode ini setelah menyaksikan Menteri Taiwan, Audrey Tang berusaha untuk mendisinfeksi masker dengan penanak nasi.

Setelah dicoba, ternyata masker yang dimasak tersebut terbakar. Berikut gambaran hasil praktek netizen di Facebook Pribadinya.

Ilustrasi Hasil Masker

Beberapa netizen menyebutkan bahwa dia menggunakan penanak nasi yang salah, sementara yang lain mengatakan dia menggunakan pengaturan yang salah.

Ilustrasi Kegagalan Masker

Bagaimana menurutmu? Apakah disinfektan masker bekas dalam " penanak nasi" benar-benar efektif?

Beri Komentar