Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kulit Gatal. (Foto: Freepik.com)
Dream - Gejala-gejala baru menjadi pertanda seseorang yang terinfeksi virus corona terus saja bermunculan. Beberapa gejala baru itu di antaranya adalah radang dingin (frostbite), gatal-gatal, dan kulit kemerahan yang menyakitkan.
Hal itu diungkapkan oleh Persatuan Ahli Dermatologi dan Venereologi Nasional (SNDV) di Prancis. Mereka adalah kumpulan dokter ahli penyakit kulit dan kelamin menular.
Dalam siaran pers SNDV disebutkan para dokter banyak menerima laporan kasus dengan gejala tersebut di atas pada pasien Covid-19.
Ini berarti orang bisa terinfeksi virus corona tanpa menunjukkan gejala pernapasan, tapi mengalami masalah kulit.
Melalui grup WhatsApp, sebanyak lebih dari 400 ahli dermatologi di SNDV membahas kasus pasien Covid-19 yang menunjukkan gejala memiliki masalah kulit setelah terinfeksi virus corona.
Namun, Jerome Salomon, yang menjadi Direktur Jenderal Kesehatan Prancis, membantah bahwa gatal-gatal menjadi salah satu gejala baru pasien yang positif Covid-19.
" Itu di luar pengetahuan saya. Tidak banyak yang diketahui tentang virus corona ini. Dari aspek dermatologi, saya juga tidak pernah membaca publikasinya," kata Salomon kepada Le Figaro.
Sebelumnya, berbagai gejala baru terkait infeksi virus corona telah ditemukan selama sebulan terakhir. Beberapa kasus positif Covid-19 bahkan tidak menunjukkan adanya gejala yang menyerang pernapasan seperti yang terlihat selama ini.
Pada akhir Maret, British Rhinological Society dan American Academy of Otolaryngology yang membahas masalah operasi pada leher dan kepala juga menemukan gejala baru Covid-19.
Mereka melaporkan bukti informal yang menunjukkan bahwa hilangnya daya penciuman dan perasa bisa menjadi gejala Covid-19.
Laporan dari berbagai negara telah mengindikasikan bahwa sejumlah besar pasien Covid-19 juga mengalami anosmia, kehilangan indera penciuman, dan ageusia, penurunan indera perasa, menurut The New York Times.
Para profesional medis tidak yakin apa yang menyebabkan hilangnya indera penciuman dan perasa ini.
Beberapa virus diyakini telah merusak sel atau reseptor sel di hidung. Sementara yang lain menginfeksi otak melalui saraf sensor penciuman.
Kemampuan menginfeksi otak dapat menjelaskan beberapa kasus kegagalan pernapasan pada pasien Covid-19. Bukti ini menunjukkan bahwa virus corona dapat menyerang sistem saraf pusat.
Beberapa pasien Covid-19 juga mengalami masalah neurologis, termasuk kebingungan, stroke dan kejang, menurut Times.
Selain itu juga dilaporkan bahwa pasien Covid-19 mengalami acroparesthesia (kesemutan atau mati rasa di kaki dan tangan). Sedangkan yang lain menderita gejala serangan jantung serius, tetapi tanpa penyumbatan pembuluh darah.
Penelitian terhadap banyaknya gejala ini masih belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Karena para ilmuwan masih sibuk mencari vaksin atau obat bagi virus corona ini.
Sumber: JPost.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya