Hepatitis B Dan C Merupakan Jenis Yang Paling Banyak Dialami. (Foto: Shutterstock)
Dream - Hepatitis merupakan penyakit hati yang cukup banyak dialami di Indonesia. Apalagi, potensi mengidap hepatitis cukup tinggi di wilayah Asia dan Afrika.
Bayi merupakan target paling rentan mengidap hepatitis.
“ Yang paling berisiko adalah bayi, 90 persen lebih rentan mengidap hepatitis,” ungkap Fardah Akil, Spesialis Gastroenterohepatologi dalam webinar ‘Ayo Deteksi Dini Hepatitis B’, Senin 27 Juli 2020.
Menurut penelitian, hepatitis B dan C merupakan jenis yang paling banyak dialami daripada A, D maupun E. Hepatitis B, C dan D juga bisa berjalan kronik.
“ Virus hepatitis itu terbagi dua, akut (jangka pendek) dan kronik (jangka panjang). Kalau jangka pendek, artinya imunitas tubuh bisa masih memiliki kemampuan untuk membersihkan virus kurang dari 6 bulan. Sedangkan jangka panjang, seperti hepatitis B dan C, bisa menetap lebih dari 6 bulan,” jelasnya.
Transmisi virus hepatitis pun terbagi menjadi dua, yaitu vertikal dan horizontal. Penularan horizontal terjadi dari host ke resipien seperti anak ke anak, jarum yang terkontaminasi, hubungan seksual, transfusi darah dan lain-lain.
Sedangkan, penularan vertikal terjadi secara perinatal dari ibu ke anak. Model penularannya hepatitis B serta C sendiri, bisa terjadi melalui paparan darah dan atau cairan tubuh yang mengandung darah, terdapat luka pada kulit maupun mukosa dan sebagainya.

Maka dari itu, bisa disimpulkan secara garis besar bahwa cara penularan virus hepatitis bisa terjadi melalui transfusi darah, alat cukur, juga injeksi menggunakan jarum suntik.
Atau saat menindik bagian tubuh tertentu, pembedahan, luka terpotong, hubungan seksual, sikat gigi serta membuat tato.
Jika ingin mencegah penyakit hepatitis, kamu perlu menjalani pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan lingkungan maupun diri sendiri, serta melakukan vaksinasi.