7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Source: Shutterstock.com
Dream - Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita Indonesia. Meski sudah terdapat berbagai metode penyembuhan, masih banyak yang melakukan pemeriksaan saat sudah memasuki stadium lanjut.
Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan potensi kanker payudara. Salah satu yang paling umum adalah benjolan.
" Tandanya adalah benjolan. Tapi, biasanya diabaikan karena enggak sakit. Sampai jadi cukup besar dan menimbulkan luka, baru dikonsultasikan. Nah, yang begini stadiumnya sudah lanjut," kata Ronald Alexander Hukom, Spesialis Penyakit Dalam Hematologi Onkologi Medik RS Kanker Dharmais, Senin kemarin.
Inilah yang membuat harapan dan kualitas hidup pasien kanker menurun. Oleh karena itu, ia menganjurkan untuk rajin memeriksa payudara sendiri. Terutama, saat sudah memasuki masa pubertas atau haid secara rutin.

" Wanita yang memiliki periode haid rutin dianjurkan untuk memeriksa payudara sendiri di awal haid setiap bulan. Lakukan setiap mandi atau selesai mandi. Dianjurkan untuk setiap wanita, terutama kalau risikonya lebih tinggi."
Di usia 40-45 tahun ke atas dianjurkan memeriksa payudara setiap hari dan melakukan pemeriksaan mamografi setiap 1 hingga 2 tahun sekali.
Lalu, apa saja yang membuat seseorang lebih berisiko terkena kanker payudara?
" Faktor hormonal memilih pengaruh kuat pada kanker payudara. Misalnya, wanita yang di bawah 10 tahun atau sudah mengalami haid di usia sangat muda. Wanita yang masa reproduksinya melebihi 50 tahun dan lain-lain," ungkapnya.
Ternyata, wanita yang tidak memiliki anak seumur hidup juga berisiko lebih tinggi. Karena keseimbangan estrogen dan progesteronnya tidak pernah berubah. Sama seperti wanita yang tidak pernah menyusui seumur hidup
" Wanita yang memiliki faktor genetik, obesitas, mengonsumsi obat-obatan hormonal seperti pil KB serta sering terpapar radiasi juga lebih berisiko terkena kanker payudara," tuturnya.
Jadi sebaiknya, mulai sekarang rutinlah memeriksa payudara untuk mencegah keterlambatan diagnosa dan penurunan harapan hidup agar lebih sehat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?