Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aturan Memakai Lensa Kontak (Foto: Shutterstock)
Dream - Selain membantu penglihatan, fungsi lensa kontak di era sekarang adalah untuk memperindah mata.
Memakai lensa kontak memang akan menambah kepercayaan diri bagi yang memakainya. Selain lebih praktis, lensa kontak juga membebaskan pengguna untuk tidak memakai kaca mata.
Namun, yang menjadi pertanyaan, seberapa aman jika memakai lensa kontak setiap hari? Apakah lensa kontak aman kalau dipakai untuk tidur? Bahkan sampai semalaman?
Pertanyaan-pertanyaan sering diungkapkan oleh calon pemakai lensa kontak saat berkonsultasi.
Dilansir Reader's Digest, Dream akan menyajikan dampak jika tidur sambil tetap memakai lensa kontak.
Pemakaian lensa kontak yang salah, mata akan menjadi pertaruhan yang mahal harganya. Dokter mata sering menganjurkan agar menjaga kebersihan lensa kontak dengan baik.
Lantas, amankah tidur sambil tetap memakai lensa kontak? Jawabannya tidak.

Banyak kasus yang menyatakan bahwa tidur sambil pakai lensa kontak aman-aman saja.
Tetapi itu pendapat masa lalu ketika ilmu dan teknologi masih belum secanggih dan seluas sekarang. Ada berbagai macam resiko dan dampak negatif yang cukup signifikan jika memakai lensa kontak sambil tidur.
Ancaman kesehatan dan masalah medis dalam jangka panjang bisa menjadi sesuatu yang tak terelakkan.
Menurut situs All About Vision, badan POM Amerika Serikat, FDA, pertama kali menyetujui lensa kontak khusus untuk dipakai tidur malam pada tahun 1981.
Lensa kontak ini bisa dipakai secara terus menerus tanpa perlu melepasnya selama dua minggu. Namun izin FDA ini tidak berlangsung lama.

Seiring dengan berjalannya waktu, peneliti menemukan bahwa infeksi pada mata lebih sering menimpa para pemakai lensa kontak.
Infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri itu sering dialami oleh mereka yang tidur sambil tetap memakai lensa kontak.
Hingga akhirnya, FDA mengurangi masa pemakaian lensa kontak overnight ini menjadi hanya 7 hari saja.
Dokter mata Inna Ozerov, MD dari Florida, AS, mengatakan infeksi pada mata berhubungan langsung dengan kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan lensa kontak.
Menurut Dr Ozerov, bakteri bisa berkembang di dalam lensa kontak yang dipakai secara terus menerus. Apalagi sampai tidur sambil tetap memakainya.
" Berbagai jenis bakteri ganas yang menyerang kornea hidup di lingkungan yang gelap dan lembab dengan kandungan oksigen yang rendah. Tempat dan kondisi seperti ini tercipta pada permukaan mata saat kita tidur," jelas Dr. Ozerov.

" Lensa kontak memungkinkan mikroorganisme menempel pada mata, sehingga meningkatkan risiko infeksi bakteri ganas," tambahnya.
Dr Ozerov mengatakan, bisul yang tumbuh di kornea akibat infeksi bisa berkembang dengan cukup cepat hanya dalam waktu 24 jam.
" Kondisi itu berpotensi merusak penglihatan orang yang punya kebiasaan tidur sambil tetap memakai lensa kontak," jelasnya.
Karenanya, meski mendapat izin dari FDA, beberapa merek lensa kontak overnight tetap memiliki ancaman terhadap kesehatan mata.
Sebuah postingan di Facebook memperlihatkan efek mengerikan ketika seorang pasien tidak pernah melepaskan lensa kontaknya.
Dokter menjelaskan lensa kontak menjebak bakteri ganas sehingga melakukan hal yang mengerikan terhadap kornea mata pasien.

" Bakteri menggerogoti kornea pasien secara besar-besaran hanya dalam beberapa hari. Sehingga meninggalkan jaringan mati berwarna putih pekat di belakangnya," tulis dokter tersebut.
Jika tidak ditangani secara medis dengan benar, pasien tersebut terancam akan buta untuk selamanya.
National Sleep Foundation memperingatkan bahwa korena yang kekurangan oksigen selama 24 jam akibat tertutup lensa kontak juga berbahaya.
Kondisi tersebut bisa memicu risiko yang merugikan yang dapat membuat seseorang tidak dapat memakai lensa kontak lagi.

Dr. Ozerov menambahkan bahwa orang-orang harus menyadari bahwa lensa kontak adalah alat medis dan memerlukan perawatan yang tepat.
" Saya juga mengingatkan pemakai lensa kontak bahwa mereka harus punya kacamata sebagai cadangan," katanya.
(ism, Sumber: Reader's Digest)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya