Ketahui Apa Bedanya Top, Middle, dan Base Note pada Parfum

Reporter : Abidah
Minggu, 9 Agustus 2026 08:00
Ketahui Apa Bedanya Top, Middle, dan Base Note pada Parfum
Pada parfum yang kita beli terdapat tingkatan wangi yang beda atau biasa dikenal dengan top, middle, dan base note. Apa beda di antara ketiganya?

DREAM.CO.ID - Pernah menyemprotkan parfum yang aromanya terasa segar sekali di menit-menit awal, lalu berubah jadi lebih hangat beberapa jam kemudian, dan menjelang malam justru meninggalkan jejak yang sama sekali berbeda dari kesan pertama? Itu bukan kebetulan. Itu cara kerja piramida aroma, sebuah struktur yang menyusun setiap parfum ke dalam tiga lapisan: top note, middle note, dan base note.

Ketika kita hendak membeli parfum di Marketplace secara blind buy atau tanpa mencobanya, pemahaman mengenai perbedaannya bisa cukup penting. Hal ini untuk mengetahui gambaran secara jelas wangi dari parfum yang hendak kita belum itu.

Konsep pembagian ini lahir dari tradisi parfum Prancis pada abad kesembilan belas, ketika seni meracik wewangian sedang berkembang pesat di Eropa. Pembagiannya didasarkan pada tingkat volatilitas bahan, atau seberapa cepat suatu senyawa menguap begitu bersentuhan dengan udara dan suhu tubuh.

Top Note, Kesan Pertama yang Muncul

Top note adalah aroma yang tercium pertama kali begitu parfum disemprotkan. Dilansir dari Experimental Perfume Club, lapisan ini paling mudah dikenali karena umumnya berupa aroma segar, bahkan cenderung tajam pada beberapa formula. Bahan-bahannya paling kuat pada beberapa menit pertama, lalu mulai menghilang dalam rentang sepuluh hingga tiga puluh menit.

Top note biasanya didominasi bahan dari keluarga sitrus seperti bergamot dan lemon, ditambah aroma hijau serta sentuhan buah. Dilansir dari Eden's Garden, lapisan ini umumnya menyusun sekitar dua puluh hingga empat puluh persen dari keseluruhan formula parfum, cukup besar untuk memastikan kesan pertama yang kuat dan menarik perhatian.

1 dari 3 halaman

Middle Note, Jantung dari Sebuah Parfum

Begitu top note mulai memudar, middle note atau sering disebut heart note mengambil alih. Lapisan ini berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kesan segar di awal dengan kedalaman aroma di lapisan dasar. Middle note biasanya mulai tercium sekitar lima belas menit setelah parfum disemprotkan, dan bisa bertahan selama beberapa jam.

Bahan-bahan yang umum mengisi lapisan ini adalah bunga seperti mawar, melati, dan lavender, ditambah rempah seperti kayu manis dan kapulaga. Middle note inilah yang paling banyak menentukan karakter dan kepribadian sebuah parfum, sebab lapisan ini bertahan cukup lama untuk benar-benar dirasakan penciumannya, bukan sekadar kesan sekilas seperti top note. Porsi middle note dalam formula parfum biasanya paling besar dibanding dua lapisan lainnya, berkisar lima puluh hingga tujuh puluh lima persen dari keseluruhan komposisi.

 

2 dari 3 halaman

Base Note, Jejak yang Bertahan Paling Lama

Base Note, Jejak yang Bertahan Paling Lama © Dream

Lapisan terakhir adalah base note, aroma yang muncul paling lambat namun bertahan paling panjang di kulit maupun pakaian. Base note bisa diibaratkan seperti frekuensi rendah dalam musik, bergetar dalam dan lambat, memberi fondasi yang menopang keseluruhan komposisi aroma.

Base note umumnya berasal dari bahan-bahan berat dan kaya seperti kayu cendana, patchouli, amber, musk, dan vanila. Lapisan ini bisa bertahan hingga dua puluh empat jam pada kulit, jauh melampaui usia top note maupun middle note. Meski porsinya dalam formula relatif kecil, hanya sekitar lima hingga sepuluh persen, base note punya peran besar dalam menentukan seberapa lama parfum bisa dicium orang lain setelah pemakaian awal berlalu.

 

3 dari 3 halaman

Kenapa Struktur Ini Penting Diketahui

Memahami ketiga lapisan ini bukan sekadar pengetahuan teknis untuk kalangan penikmat parfum. Struktur piramida aroma membantu seseorang memilih parfum yang benar-benar cocok dengan kepribadian dan kebutuhannya, bukan hanya berdasarkan kesan saat pertama kali mencium dari botol di gerai parfum.

Sebab kesan pertama itu, top note, seringkali hanya bertahan puluhan menit. Aroma yang sebenarnya akan menempel sepanjang hari justru ada di middle dan base note, lapisan yang baru benar-benar terungkap setelah parfum bereaksi dengan suhu kulit selama beberapa waktu. Karena itulah para ahli parfum kerap menyarankan untuk tidak buru-buru memutuskan membeli parfum hanya dari semprotan pertama di kertas tester, melainkan menunggu setidaknya satu jam untuk merasakan bagaimana aroma itu benar-benar berkembang di kulit sendiri.

Beri Komentar