Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Bekerja di rumah akan mengurangi aktivitas fisik dan membuatmu menghabiskan waktu lebih lama di depan layar untuk membaca maupun menulis.
Akibatnya, hal ini memicu rasa sakit maupun nyeri karena bertahan pada postur yang sama untuk waktu lama. Hal ini disetujui oleh dokter bedah ortopedi, Lingaraj Krishna.
Dilansir dari Asia One, ia memaparkan bahwa duduk untuk waktu lama dan mengerjakan hal yang sama bisa menyebabkan nyeri pada leher serta punggung maupun otot tegang.
Rasa nyeri juga bisa muncul pada pundak dan lutut akibat postur tubuh kurang baik. Selain nyeri pada bagian tubuh tertentu, bekerja di rumah bisa menyebabkan kenaikan berat badan.
Terutama, jika mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Peningkatan berat badan dan mengonsumsi makanan kurang sehat berpengaruh pada nyeri punggung maupun lutut.
Ketika ingin kembali aktif seperti biasa, kamu akan merasa kurang nyaman karena sendi dan otot perlu bekerja lebih berat dari biasanya. Akhirnya, leher, punggung, bahu, pinggul, lutut serta mata kaki pun terasa sakit.
Rasa sakit yang dirasakan juga bergantung pada gerakan olahraga. Memulai gerakan olahraga yang baru dan lebih intens dari sebelumnya pun bisa menyebabkan nyeri sendi maupun otot.
Disarankan untuk meningkatkan pekerjaan rumah, beristirahat dari posisi duduk, mengontrol pola makan sehat serta berolahraga secara rutin untuk mencegah kenaikan berat badan maupun nyeri otot dan sendi.

Namun jika rasa nyeri maupun pembengkakan belum sembuh selama 1-2 minggu, berkonsultasilah pada dokter. Menunda konsultasi pada dokter akan membuat proses penyembuhan semakin sulit.
Jadi, segera berkonsultasi ke dokter jika merasa nyeri otot atau sendi untuk waktu cukup lama.
(Sumber: Asiaone.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya