Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Akhir bulan Oktober terdapat hari libur keagamaan, Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 29. Mungkin Sahabat Dream dan keluarga besar ingin merencanakan liburan atau sekadar berjalan-jalan.
Dalam situasi pandemi seperti sekarang, berwisata keluar kota atau ke tempat rekreasi tentunya tak bisa dilakukan secara bebas seperti sebelumnya. Saat kita keluar rumah, apalagi memboyong keluarga, selalu ada peningkatan risiko tertular Covid-19.
Hal ini harus dipertimbangkan dengan bijak, terutama jika memiliki anggota keluarga yang memiliki komorbid atau riwayat penyakit. Seperti darah tinggi, diabetes, asma atau jika membawa anak bayi dan balita untuk liburan.
Dr. Dewi Nur Aisyah Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, mengungkap data libur panjang saat Idul Fitri pada Mei 2020 membuat mobilitas meningkat. Hal ini berdampak pada peningkatan kasus positif.
Lalu libur panjang pada Agustus 2020, peningkatan kasus Covid-19 juga naik signifikan. Pergerakan atau mobilitas ke satu daerah ke daerah lain memang cenderung tinggi ketika libur panjang.
" Libur panjang ini bisa jadi potesi penularan, mobilitas penduduk bertambah, saat libur biasanya ada kerumunan. Misalnya di tempat wisata, kumpul keluarga, lalu ada kerumunan yang tidak patuh 3 M," ujar dr. Dewi dalam acara bincang-bincang Satgas Covid-19 yang disiarkan langsung di YouTube Channel BNPB, Kamis 22 Oktober 2020.
Mengapa saat liburan kasus Covid-19 meningkat drastis? Menurut dr Dewi, biasanya kita berjalan-jalan menggunakan mobil, tertutup karena menggunakan AC. Pergi ke tempat wisata di mana bertemu banyak orang.
" Mobil tertutup, biasanya membutuhkan waktu satu jam. Mungkin mengajak keluarga atau teman yang kita tidak tahu kondisi kesehatannya. Di mobil tertutup tentunya sulit menjaga jarak," kata dr. Dewi.

Selama libur panjang menurut dr. Dewi ada lokasi-lokasi yang sangat rentan atau berisiko tinggi jadi sumber penularan Covid-19. Penting bagi Sahabat Dream untuk menghindarinya, jika ingin liburan dengan aman.
Pertama yaitu lokasi tempat wisata yang ramai pengunjung. Biasanya dalam situasi tersebut terdapat kerumunan dan sangat sulit menjaga jarak. Jika datang ke tempat wisata yang ramai, lebih baik pindah ke lokasi lain demi keselamatan seluruh keluarga.

Lokasi kedua adalah pusat perbelanjaan. Banyak juga yang mengisi libur panjang dengan wisata belanja. Saat belanja ini orang cenderung berkumpul, memegang barang belanjaan dan bisa terjadi kontaminasi. Bukan tak mungkin orang yang tanpa gejala bisa mendatangi pusat perbelanjaan dan menularka Covid-19 pada sekelilingnya.
Lokasi ketiga adalah tempat ibadah. Mengingat karena liburan keagamaan biasanya digelar acara di tempat ibadah dan memunculkan kerumunan. Lalu lokasi keempat adalah pasar tradisional, karena biasanya libur panjang keluarga membuat jamuan makanan.

Lokasi kelima adalah acara kumpul keluarga. Saat libur panjang keluarga besar cenderung berkumpul menghabiskan waktu bersama. Saat berkumpul, protokol kesehatan kerap kali dilupakan dan meningkatkan risiko penularan.
Untuk lokasi keenam adalah transportasi umum. Bisa berupa bis, kereta, pesawat. Libur panjang membuat banyak orang keluar kota atau mudik ke kampung halaman menggunakan transportasi publik. Berada dalam transportasi umum tertutup selama berjam-jam juga bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19.
Jika memang ingin liburan, lebih baik pilih lokasi outdoor dan sepi. Tak boleh dilupakan selalu ikuti protokol kesehatan ketat.
" Apa yang kita lakukan hari ini bisa melindungi orang-orang yang kita sayangi, sama-sama saling menjaga, menjaga diri untuk menjaga orang lain," pesan dr. Dewi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya