Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Tidak sedikit masyarakat yang berpendapat kelahiran prematur dapat mempengaruhi kenakalan anak. Menurut Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Perinatologi RSPI-Pondok Indah, Rinawati Rohsiswatmo, pendapat ini tidak sepenuhnya salah.
Proses kelahiran prematur tidak hanya berisiko pada kesehatan tubuh melainkan juga mempengaruhi kesehatan jiwa bayi.
" Pendapat masyarakat memang tidak sepenuhnya salah. Tidak semua memang begitu tetapi kebanyakan iya berakibat pada kejiwaan buah hati," kata Rina, Rabu 26 Agustus 2015.
Rina menambahkan, bayi prematur selain lahir dengan organ-organ vital yang belum siap lahir, kejiwaannya juga belum matang sehingga ini menjadi penyebab perilaku nakal muncul.
Bayi prematur lahir pada usia kehamilan di bawah 37 minggu. Untuk kelahiran normal usia kandungan mencapai 40 minggu, dalam sisi tenaga medis usia kandungan 37-42 minggu masih dikatakan normal.
Sedangkan bayi prematur dapat digolongkan menjadi extremelly pretern yakin usia kurang dari 28 minggu, very preterm kurang dari 28 sampai 32 minggu, dan moderate late preterm yakni 32 sampai 36 minggu.
" Bayi yang lahir kurang dari 37 minggu memerlukan perawatan intensif, umumnya mengalami gangguan pernapasan akibat organ vital yang belum siap lahir. Kejiwaannya yang belum matang bisa menjadi faktor penyebab nakalnya anak," paparnya. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012