Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kekhawatiran dan ketakutan adalah hal normal yang dialami anak. Bisa terjadi saat mereka bersama teman sebaya, di sekolah atau ketika keadaan sangat berbeda dari biasanya.
Level rasa cemas anak bisa jadi makin besar dan tertanam dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Tak bisa lagi bebas bermain di luar, tak bisa ke sekolah, apalagi bertemu dengan teman untuk main bersama.
" Tak hanya itu, anak juga tertular kecemasan yang dialami orangtua. Kondisi yang tak pasti, lalu berita soal pandemi tak dipungkiri sangat berdampak pada level stres orangtua yang pada gilirannya juga berdampak pada anak," kata Katie Hurley, seorang psikoterapis yang berbasis di Los Angeles dan penulis The Happy Kid Handbook.
Kabar baiknya, level kecemasan anak bisa diturunkan dengan bermain yang merupakan penangkal sempurna bagi rasa takut. Bermain merupakan pereda ketegangan efektif bagi anak.
" Anak-anak menggunakan permainan imajiner dan manipulatif (boneka, boneka binatang, batu bata bangunan, dll) untuk mengekspresikan emosi yang sulit mereka ungkapkan. Misalnya, anak-anak dapat mendirikan tembok panjang dari balok mainan untuk memberitahu ketakutan yang dialami," ujar Hurley.
Dalam The Opposite Of Worry, Lawrence J. Cohen, Ph.D., psikolog dan pakar bermain, juga menjelaskan bagaimana anak-anak tertarik bermain untuk melalui pengalaman yang sulit.

Dikutip dari Parents Cohen menulis, " dengan berpura-pura atau menceritakan kembali kisahnya, adegan itu dapat diciptakan kembali, tetapi kali ini anak yang bertanggung jawab. Dengan memainkannya, penyembuhan emosional terjadi" .
Tugas dari sekolah saat ini memang cukup banyak, namun jangan sampai anak kelelahan sampai tak punya waktu bermain. Selalu sediakan waktu untuk anak melakukan hal yang mereka sukai. Kita juga bisa ikut main bersama anak agar level stres bisa mereda. Ingat, keluarga ada sumber ketenangan bagi semua.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Bagi para ibu yang baru saja melahirkan dan kini merawat bayi harus lahir, tetap di rumah saja adalah langkah terbaik. Bila keluar rumah, protokol kesehatan secara ketat harus dijalankan, kenakan masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan atau memakai hand sanitizer.
Pandemi Covid-19 membuat semua orang berisiko tertular di mana pun. Termasuk pada bayi baru lahir yang bisa tertular dari orang dewasa. Dokter Darrell Fernando, SpOG, memperingatkan para orangtua untuk menjaga bayinya lebih ekstra.
Ia memaparkan dalam akun Instagram dr Darell Fernando langkah penting menjaga bayi baru lahir agar tak tertular Covid-19. Langkah pertama menurut dr. Darell adalah selalu cuci tangan dengan sabun sebelum menyentuh bayi.
Termasuk saat menyusuinya menggunakan botol atau ketika memerah air susu ibu(ASI). Mencuci tangan merupakan hal yang sangat penting agar bayi terhindar dari kontaminasi kuman.
Langkah kedua adalah kurangi kunjungan ke rumah. Budaya di Indonesia memang jik ada bayi baru lahir maka kerabat atau keluarga datang menengok dan memberi hadiah. Dalam masa pandemi seperti sekarang, sebaiknya hindari atau setidaknya kurangi.
Pastikan orang yang datang melihat bayi, benar-benar dalam keadaan sehat. Jangan segan untuk menolak jika ada yang ingin datang berkunjung jika dirasa ia berisiko sebagai pembawa virus.
Langkah ketiga, lakukan protokol kesehatan ketat jika ada yang datang. Tetap minta tamu memakai masker dan cuci tangan sebelum masuk rumah. Bayi juga sebaiknya dilihat dari jauh dan tidak digendong. Apalagi mencium dan memegang-megang karena sangat berbahaya
Keempat, mereka yang sakit tak boleh dekat-dekat dengan bayi. Termasuk ayahnya jika menunjukkan gejala flu, sebaiknya pisah kamar untuk mencegah menulari penyakit.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Pekan ini terdapat libur panjang. Banyak keluarga yang sudah merencanakan liburan bersama baik di dalam kota maupun di luar kota. Sahabat Dream juga berencana liburan?
Saat pandemi seperti sekarang tentunya kita tak bisa bebas liburan seperti sebelumnya. Risiko penularan Covid-19 selalu ada, terutama jika kita keluar rumah. Kesehatan dan keamanan keluarga kesayangan harus selalu jadi yang utama.
Jangan sampai, niat berliburan malah berakhir menyedihkan karena virus Covid-19. Bila memutuskan untuk liburan di akhir pekan ini, maka harus sepaket dengan displin menaati protokol kesehatan yang ketat.
Selalu pakai masker ke mana pun, termasuk ke toilet umum. Sediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan di tiap tas. Akan lebih baik jika tiap anggota keluarga memilikinya.
Nah, satu hal yang paling sulit dilakukan jika liburan adalah menjaga jarak minimal 2 meter. Menghabiskan liburan biasanya dilakukan di tempat wisata atau rekreasi. Saat libur panjang seperti sekarang pusat wisata pun cenderung ramai dikunjungi.

Mengunjungi tempat wisata yang ramai orang, banyak kerumunan, sangat berisiko. Terutama penularan dari orang tanpa gejala (OTG). Akan lebih baik dan aman jika memilih liburan di tempat sepi dan privat dengan hanya melibatkan keluarga inti. Mengunjungi area yang ramai bersama keluarga, bisa memunculkan kluster Covid-19 dalam keluarga.
Aktivitas liburan lain yang juga bisa memunculkan kluster adalah kumpul keluarga besar. Berbulan-bulan tak bertemu karena pandemi, pasti akan sangat sulit untuk tidak berdekatan, bercerita bahkan berpelukan.

Kita tidak tahu riwayat kesehatan tiap orang, meskipun kondisinya sehat bisa saja OTG. Ingat, risiko penularan makin besar jika terjadi kerumunan. Kluster keluarga bisa saja terjadi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya