Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Kehadiran buku digital disebut mempermudah orang untuk membiasakan membaca. Meski tidak dapat dipungkiri jika tidak sedikit orang yang lebih memilih membaca buku fisik dibandingkan buku digital.
Keduanya memang memberikan kelebihan masing-masing dengan tujuan untuk membuka jendela pengetahuan sang pembaca. Mengutip Womenshealth, ternyata membaca buku menyimpan kebaikan untuk kesehatan.
Tidur Lebih Lelap
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh National Sleep Foundation pada orang berusia 13 - 64 tahun, sekitar 43 persen merasa tidak pernah tidur nyenyak di malam hari. Hal tersebut tidak terlepas dari kebiasaan satu jam jelang tidur yang digunakan untuk mengakses perangkat berbasis teknologi yang memancarkan cahaya yang membuat otak tetap terjaga.
Berbeda dengan orang yang memiliki kebiasaan membaca yang ada saatnya membuat otak merasa lelah hingga membutuhkan waktu istirahat. Mereka yang memiliki kebiasaan membaca di pagi, siang atau sore hari diketahui tidur lebih lelap dan berkualitas di malam hari.
Menurunkan Stres
Penelitian yang dilakukan oleh Mindlab International di University of Sussex menemukan aktivitas membaca membuat otak bekerja lebih keras dan cepat dibandingkan aktivitas lainnya. Sekitar 68 persen peserta yang membaca hanya dalam waktu enam menit diketahui mengalami penurunan stres.
Lebih Kreatif
Bagi anda yang dituntut untuk selalu menghasilkan karya-karya kreatif, maka membaca adalah kuncinya. Selain dilatih untuk berpikir kritis dalam menarik benang merah dari sebuah buku, otak mendapatkan stumulus untuk menghasilkan karya dan inovasi baru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun