Masker Anak/ Shutterstock
Dream – Vaksin Covid-19 hingga kini hanya diperuntukkan bagi anak usia 12 tahun ke atas. Uji klinis vaksin Covid-19 masih dilakukan untuk menentukan dosis yang tepat bagi anak di bawah 12 tahun.
Untuk itu, masker merupakan pelindung utama bagi anak saat mereka terpaksa ke luar rumah, terutama jika harus ke tempat ramai. Seperti saat harus ke rumah sakit atau klinik untuk vaksinasi.
Mungkin Sahabat Dream bingung saat memilih masker untuk anak karena varian dan harganya di pasaran sangat beragam. Lalu masker apa yang terbaik dan paling memproteksi anak-anak?
1. Masker yang memiliki minimal tiga lapis
Desain dan warna memang menjadi daya tarik bagi anak-anak agar mau menggunakannya. Demi perlindungan, desain yang bagus tidaklah cukup. Pastikan memilih masker untuk anak yang memiliki 3,4 sampai 5 lapisan.
Bahan masker juga harus jadi pertimbangan, apakah dapat menangkal, dan melindungi anak dari paparan virus covid-19. Apalagi varian delta yang lebih cepat penularannya.
2. Respirator tinggi
Pastikan juga masker memiliki respirator tinggi. Respirator berguna untuk menyaring udara, agar tidak terpapar langsung dengan virus. Masker yang mempunya respirator tinggi adalah, masker N95. Sayangnya, masker jenis ini lebih banyak dibuat untuk orang dewasa.
" N95 tidak dibuat untuk anak-anak. Jadi saya tidak merekomendasikan N95. Masker KF94 atau KN95 bisa jadi pilihan terbaik bagi anak karena, tingkat filtrasi yang hampir sama dengan N95, dan sangat pas dengan wajah agar tidak jadi kebocoran," ujar Linsey Marr, seorang insinyur lingkungan di Virginia Tech.

3. Cek keaslian
Masker KF94 dan KN95 memang tersedia untuk anak-anak, tapi tetaplah waspada saat membeli. Pasalnya, banyak masker jenis tersebut yang palsu dan dijual bebas. Masker palsu tentunya tidak cukup baik dan berkualitas dalam hal memproteksi dari paparan virus. Pastikan produk yang dibeli asli dan cek kode keaslian.
Laporan : Delfina Rahmadhani
Dream - Penggunaan masker dalam situasi pandemi seperti sekarang sudah jadi kebutuhan. Jika sebelumnya kita hanya direkomendasikan memakai masker kain, kini justru sebaiknya menggunakan madker dua lapis.
Lapis pertama menggunakan masker medis, lalu lapis kedua menggunakan masker ini. Hal ini lantaran virus Covid-19 varian delta yang penularannya jauh lebih cepat dan mudah.
Sahabat Dream mungkin sudah menyetok masker medis di rumah. Saat memilih masker medis, ternyata kita harus selektif. Jangan sampai membeli masker medis yang palsu.
Kini banyak yang menjual masker dengan harga murah tapi tak diketahui kualitas, keaslian dan efektivitas perlindungannya. Dokter RA Adaninggar, SpPD, salah satu tim dari @pandemictalks memaparkan di akun Instagramnya @drningz cara membedakan masker medis palsu dan asli.
Bagaimana caranya? Yuk simak.
1. Periksa izin edar Kemenkes
Buka situs infoalkes.kemkes.go.id. Selama ada tipe atau merek masker yang dibeli berarti asli. Hal ini karena sudah lolos uji dari Kemenkes dan memenuhi syarat filtrasi untuk masker medis.
2. Uji visual
Masker medis yang baik terdiri dari 3 lapis dengan lapisan tengah seperti tissue yang bersifat elektrostatis. Biasanya yang palsu lapisan tengah berupa kertas.
3. Uji air
Masker medis harus waterproof karena harus menahan percikan droplet dari si pemakai. Untuk masker yang asli, air tidak merembes/ bocor. Sementara masker yang palsu, air akan merembes dan bocor.
4. Uji api
Masker medis yang asli bila dibakar akan meleleh dan tidak gosong. Jika gosong berarti ada lapisan kertas atau palsu.
5. Uji tiup
Bila kita menium menggunakan masker medis yang asli maka api tidak akan mudah padam karena filtrasinya baik.
Dream - Kondisi penularan Covid-19 varian delta di Indonesia begitu cepat. Hal ini membuat lonjakan kasus naik sangat signifikan. Demi perlindungan diri, Satgas Covid19 dan WHO sangat dianjurkan untuk menggunakan masker dua lapis saat terpaksa harus keluar rumah.

Masker yang dianjurkan adalah masker medis di dalam dan masker kain di luar. Pastikan kondisi masker medis menutup mulut dan hidung dengan rapat. Pilih masker medis yang berbahan lembut dengan pengkait nyaman di telinga.
Untuk masker kedua, cari masker kain yang berbahan lembut dan memiliki lapisan pelindung. Dikutip dari Chicago Tribune, akan lebih nyaman jika menggunakan masker kain yang diikat di kepala dan bukan disangkutkan di telinga.
Melapisi masker kain di atas masker bedah atau medis akan membantu seluruh pengaturan lebih pas dan menghilangkan celah di sekitar sisi wajah atau hidung. Pastikan posisinya nyaman.
Hal yang tidak boleh dilakukan adalah menggabungkan dua masker sekali pakai sekaligus. Ini justru akan membuat terasa sesak dan tak nyaman. Akan lebih baik setok banyak masker medis sekali pakai dan masker kain cadangan.
Pilih masker kain yang terbuat dari beberapa lapis kain yang dianyam rapat dan dapat bernapas yang juga dilengkapi kawat hidung, yang dapat membantu meningkatkan ukuran masker. CDC/ Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat) merekomendasikan untuk mengikat, melipat, lalu menyelipkan loop telinga masker 3 lapis agar lebih nyaman dan rapat.

Bagaimana dengan KN95? KN95 tidak memerlukan modifikasi strap. Idealnya, masker jenis ini dapat menyaring hingga 95% partikel di udara. Jangan memakai masker KN95 dengan katup pernafasan, yang dapat menyebabkan tetesan pernapasan bocor masuk atau keluar dari masker. Jangan juga gabungkan masker KN95 dengan masker KN95 lain atau jenis masker lainnya.
Untuk kenyamanan, jika terpaksa harus beraktivitas cukup lama di luar rumah, bawa masker cadangan. Ganti segera tiap 5 jam atau ketika masker dalam kondisi basah.
Dream – Pandemi Covid-19 memang sudah setahun. Pemerintah sudah berulang kali mengimbau penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.
Meski demikian, masih banyak di antara kita yang abai. Salah satunya adalah kurangnya edukasi dalam penggunaan masker yang benar.

Tak jarang banyak masyarakat masih lalai menyentuh area depan masker saat membuka dan menutupnya. Walau terdengar sederhana, hal tersebut juga dapat menjadi sumber penyakit jika kamu lupa mencuci tangan setelah menyentuhnya.
Bagian tersebut bisa sangat kotor karena berfungsi melindungi mulut dan hidung kita dari berbagai paparan berbahaya.
Berikut cara yang benar untuk memakai dan melepas masker, sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):
1. Bersihkan tangan dengan antiseptik berbasis alkohol atau sabun dan air sebelum menyentuh masker dan pastikan tidak menggunakan masker yang telah rusak dan usang.
2. Identifikasi masker dengan mengetahui bahwa bagian dalam masker memiliki sisi putih, sementara sisi yang atas dilengkapi dengan strip logam.
3. Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu secara baik dan tidak ada celah antara wajah dan masker.
4. Saat memasang tali, jangan menyilangkan tali karena dapat menambah celah di sisi masker.
5. Kemudian, cubit sedikit strip logam di atas sisi masker hingga membentuk di hidung.
6. Untuk menghindari kontaminasi, hindari menyentuh bagian depan masker. Jika ya, segera bersihkan tangan.
1. Bersihkan tangan dengan antiseptik berbasis alkohol atau sabun dan air sebelum menyentuh masker.
2. Tanpa menyentuh sisi depan masker, lepaskan tali dari belakang kepala atau telinga.
3. Condongkan tubuh ke depan dan tarik masker dari wajah saat melepasnya.
4. Gunakan masker medis hanya untuk sekali pakai dan pastikan untuk membersihkan tangan setelah membuang masker.
Ingatlah, protokol kesehatan tidak cuma perihal memakai masker saja, namun menjaga jarak dan mencuci tangan secara teratur, Sahabat Dream.
Selalu kenakan masker dengan benar sebagai tindakan pencegahan, tetap waspada di tengah pandemi dan jangan lengah!
Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: World of Buzz