Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Penyebab mata silinder ternyata bukan hanya karena penyakit. Selain karena ada tekanan yang berlebihan pada korneanya, mata silinder juga bisa disebabkan karena faktor genetik.
"Tetapi tidak selalu jika ibunya silinder anaknya juga akan silinder, tapi kemungkinan itu ada," kata Staf Ahli Divisi Vitreo-Retina RSCM-Kirana, Elvioza, Senin 12 Oktober 2015.
Elvioza juga mengatakan silinder itu bukan penyakit tetapi kelainan pada bentuk mata. Ini disebut juga astigmatisme, yaitu kondisi kelainan mata disebabkan lengkung kornea mata tidak simetris atau tidak merata.
"Sehingga cahaya sejajar yang masuk ke dalam bola mata tidak dapat dibiaskan dengan kekuatan yang sama pada seluruh bidang pembiasan, yang kemudian menyebabkan retina tidak dapat fokus pada satu titik," jelasnya.
Untuk mengatasi masalah mata silinder, Elvioza menyarankan untuk menggunakan kacamata lensa korektif atau dengan operasi lasik. "Kacamata dapat membantu, kalau ingin mengurangi atau mengatasi silinder ya salah satu jalannya dengan operasi lasik," ujarnya.
Laser Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) menjadi metode yang digunakan untuk mengoreksi kelainan pada mata silinder. Metode ini bertujuan mengubah bentuk lapisan kornea agar pembiasan cahaya berlangsung sempurna.
"Lasik diawali dengan membuat lapisan tipis (flap) pada kornea mata. Kemudian dibuka dan bagian dalam kornea disinar dengan laser hingga terbentuk permukaan baru. Setelah penyinaran selesai, flap dikembalikan ke posisi semula dan proses Lasik pun selesai," ujarnya.
Prosedur operasi ini menurut Elvioza tidak memiliki efek samping apapun. Lasik dinilai aman. Seandainya ada yang setelah operasi merasa gelap saat melihat kanan kirinya dan hanya fokus ke depan, itu mungkin karena ada kelainan lain di retina. "Lasik itu aman," katanya. (Ism)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?


Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market