Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Manusia memiliki berbagai jenis perasaan. Perasaan itu biasanya diungkapkan melalui emosi yang terlihat diwajah.
Namun, didunia ini, tak semua orang memiliki kemampuan untuk mengungkapkan emosinya. Ketidakmampuan itulah yang disebut sebagai alexithymia.
Alexithymia sebetulnya bukanlah suatu diagnosis klinis, melainkan bagian dari kepribadian seseorang. Kondisi ini membuat orang tersebut tidak mampu mengenali, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan emosi diri sendiri maupun orang lain.
Seseorang dengan alexithymia akan sulit membedakan antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang diekspresikan. Sehingga membuatnya sering memperlihatkan wajah dengan emosi datar.
Biasanya orang-orang yang mengalami alexithymia tidak dapat menikmati sesuatu yang berkaitan dengan emosi. Seperti menonton film, membaca novel, atau melihat pertunjukan.

Alexithymia adalah kondisi seseorang yang membuatnya sulit untuk memahami emosi, mengidentifikasi emosi, atau mengungkapkan emosi.
Alexithymia bukanlah nama sebuah gangguan kejiwaan. Namun, kondisi ini dapat dialami oleh pasien yang mengalami berbagai gangguan mental.
Menurut the Scandinavian Journal of Psychology, seseorang dengan alexithymia memiliki tendensi lebih tinggi untuk mengalami gejala fisik, seperti mudah lelah, nyeri pada badan, serta pegal-pegal.
Mereka juga sering menjadikan alkohol atau makanan sebagai pelampiasan emosi. Kondisi-kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh ketidakmampuan mengekspresikan emosi.
Alexithymia berkaitan dengan emosi diri. Ada beberapa gejala yang akan ditunjukkan oleh seseorang dengan alexithymia, misalnya:
Gaya berkomunikasi orang dengan alexithymia cenderung logis dan harfiah. Mereka tidak akan memasukkan refleksi perasaan ke dalam setiap ucapannya. Sebaliknya, mereka akan membahas hal-hal faktual dengan kering, tanpa emosi.
Hingga saat ini penyebab pasti dari alexuthymia masih belum ditemukan. Namun ada beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap kondisi ini, yaitu:

Dalam sebuah penelitian dindikasi alexithymia dapat terjadi karena faktor genetik. Diyakini bahwa seseorang bisa mengalami alexithymia apabila ada anggota keluarganya yang juga memiliki kondisi ini.
Faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap kondisi alexithymia. Seperti, trauma masa kecil, gangguan mental, serta faktor ekonomi dan sosial.
Alexithymia juga bisa terjadi karena kerusakan bagian otak yang disebut anterior insula. Bagian otak ini memang disebutkan berperan dalam kemampuan sosial, emosi, dan empati seseorang.
Hingga saat ini, belum ada penanganan khusus yang diberikan bagi seseorang yang mengalami alexithymia. Penanganan yang diberikan dokter bergantung pada kondisi pasien.
Misalnya, apabila kondisi ini terjadi pada orang yang mengalami depresi, pasien akan diberikan obat-obatan antidepresan.

Selain itu, kondisi alexithymia ini juga dapat dibantu dengan menggunakan terapi. Terapi ini digunakan untuk melatih kesehatan emosinya. Beberapa jenis terapi yang bisa diberikan, yaitu:
Studi yang dipublikasikan di the American Journal of Psychology melaporkan, orang alexithymia dapat mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. Sehingga tak jarang mereka dianggap sebagai orang yang sulit berempati.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya