Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.healthtap.com)
Dream - Kepolisian Dominika terpaksa menutup sebuah klinik operasi plastik karena diduga menyebabkan kematian seorang wanita Amerika yang bepergian ke negara Karibia itu untuk menjalani prosedur sedot lemak.
Dikutip Dream dari Emirates 24/7, Rabu 29 April 2015, kantor kejaksaan di Santo Domingo mengatakan perempuan 23 tahun melakukan perjalanan ke Republik Dominika dua hari sebelum menjalani prosedur sedot lemak pada 23 April lalu, namun tidak mengungkapkan dari wilayah Amerika mana wanita itu berasal.
Klinik ini dijalankan oleh Dokter Edgar Contreras, yang sudah menjadi incaran penyidik Dominika selama bertahun-tahun atas tiga dugaan penyalahgunaan profesi lainnya. Dia tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.
Wanita AS ini adalah korban keempat dan warga Amerika kedua yang telah meninggal sepanjang tahun ini di klinik operasi plastik Dominika.
Korban terbaru adalah wanita 35 tahun dari Hawaii yang meninggal setelah menjalani prosedur sedot lemak. Korban wanita AS lainnya adalah wanita 24 tahun yang meninggal karena emboli pada Februari setelah menjalani operasi pencabutan implan pada pantatnya.
Tahun lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS melaporkan setidaknya 19 wanita di lima negara bagian meninggal akibat infeksi luka mikobakteri serius, usai menjalani prosedur kosmetik di Republik Dominika seperti sedot lemak, perut melipat dan implan payudara.
Negara Karibia, seperti negara-negara Thailand, Meksiko dan Kosta Rika, telah mempromosikan dirinya sebagai tujuan wisata medis. Disebut demikian karena orang-orang akan menginap beberapa hari di resor sebelum atau setelah menjalani operasi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya