Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Rumah Sakit Di Afrika Selatan Yang Kewalahan Menangani Pasien Covid-19. (Foto: Mirror Online)
Dream - Setelah berbulan-bulan menikmati status bebas corona dengan menerapkan pembatasan yang ketat, Afrika Selatan sekarang menghadapi kasus dan jumlah korban tewas Covid-19 yang terus meningkat.
Kondisi rumah sakit di Afrika Selatan begitu suram dan menyedihkan di saat dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak diketahui akhirnya.
Rumah Sakit Livingstone dan Dora Nginza di Port Elizabeth, Afrika Selatan, mengalami kekurangan tenaga medis yang semakin parah.
Para perawat dan dokter mengatakan rumah sakit Covid-19 utama Livingstone sudah seperti zona perang.

Darah dan limbah medis tumpah di lantai dan tidak ada yang membersihkan. Tenaga medis yang sudah sangat kewalahan masih menghadapi risiko karena kurangnya APD.
Sedangkan para pasien harus tidur di bawah beralaskan koran karena kurangnya tempat tidur.
Penderitaan para pasien diperparah dengan ventilasi yang buruk, serta kekurangan ambulans dan oksigen.
Dalam satu foto yang sangat memilukan, tampak tikus-tikus di Livingstone meminum apa yang diduga darah manusia dari selokan.

Dengan petugas kebersihan dan administrasi yang mogok, perawat dan dokter terpaksa membersihkan rumah sakit.
Sementara itu beberapa dokter di Dora Nginza mengaku sangat trauma setelah ruang bersalin kebanjiran pasien.

Beberapa ibu dan bayi meninggal dalam waktu singkat karena tidak mendapat perawatan yang memadai akibat kekurangan tenaga medis.
Sedangkan ibu hamil menunggu berhari-hari untuk operasi yang harus dilakukan segera. Mereka kadang-kadang dirawat di koridor rumah sakit.
" Saya bahkan ikut membantu kelahiran dua bayi yang meninggal dan jumlahnya terus bertambah.
" Ini fenomena yang sangat tidak biasa. Saya belum pernah mendengar ibu dan bayi meninggal dalam seminggu di satu rumah sakit. Ini tidak dapat diterima," ujar seorang tenaga medis.
Cole Cameron dari Igazi Foundation, sebuah organisasi kesehatan nirlaba setempat, mengatakan bahwa sistem kesehatan Afrika Selatan telah 'bangkrut' ??setelah bertahun-tahun digerogoti korupsi, masalah tenaga kerja dan keuangan.
Sumber: Mirror Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya