Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Menyusui (Foto: Shutterstock)
Dream - Bayi berhak mendapatkan air susu ibu (ASI) apapun kondisinya. Termasuk jika ibu sedang mengalami gejala atau sudah positif Covid-19. Bagi ibu yang sedang menyusui dan masih banyak beraktivitas di luar rumah, sederet protokol kesehatan ketat harus dilakukan.
Sesampainya di rumah, segera mandi dan ganti baju. Cuci tangan dengan sabun, baru memegang bayi dan menyusui. Hal ini sangat penting, jangan sampai bayi tertular virus dari ibu.
Penting diketahui, sampai Oktober 2020, virus SARS-COV2 belum ditemukan terdeteksi pada ASI. Para peneliti terus-menerus melakukan penelitian dan melakukan telaah lebih lanjut terhadap ibu hamil dan menyusui yang terkonfimasi Covid-19.
" Namun demikian, penularan virus penyebab sakit pernapasan melalui ASI tergolong rendah, sehingga WHO (World Health Organization) tetap memberikan rekomendasi bagi ibu yang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun COVID-19 untuk tetap menyusui," ujar dr. Meutia Ayuputeri Kumaheri, M.Res, IBCLC, CIMI, konsultan laktasi dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro Jaya dalam keterangan tertulisnya.
Seorang ibu yang positif Covid-19 atau yang dicurigai terinfeksi Covid-19 dalam isolasi mandiri, menurut dr. Meutia, dapat menyusui. Tentu saja harus menerapkan langkah-langkah pencegahan penularan demi menjamin keamanan bayi dari penularan penyakit. Berikut panduannya:

- Cuci tangan sebelum bersentuhan dengan bayi, peralatan pompa, dan peralatan minum bayi
- Ikuti semua petunjuk cara membersihkan peralatan pompa dan minum bayi
- Gunakan masker wajah saat menyusui bayi
- Ganti masker apabila lembab atau basah
- Segera buang masker sekali pakai setelah tidak digunakan
- Saat memakai dan membuka masker, hindari memegang wajah bagian depan
- Apabila ibu harus dalam perawatan terpisah dengan bayi, cari informasi terkait donor ASI atau orang sehat yang dapat memberikan ASI perah kepada bayi
- Orang sehat yang merawat dan memberikan ASI perah kepada bayi juga harus menjalankan protokol kesehatan yang sama dengan ibu
- Bersihkan area permukaan perabotan di rumah dengan cairan pembersih secara berkala
- Ibu tidak perlu membersihkan kulit payudara secara teratur sebelum menyusui atau perah ASI. Namun demikian, apabila ibu batuk atau bersin mengenai kulit payudara, ibu dapat segera mandi dan membersihkan area kulit payudara dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, sebelum menyusui
- Apabila ibu merasakan gejala-gejala COVID-19 seperti demam, sakit kepala, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lainnya, segera konsultasikan ke dokter
- Apabila ibu mengalami keraguan, dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang dapat membimbing menyusui dalam kondisi COVID-19
- Pilih fasilitas kesehatan untuk konsultasi dokter atau konsultasi laktasi yang menjalankan protokol kesehatan yang ketat
" Langkah-langkah di atas tak hanya dapat diterapkan pada ibu yang dicurigai atau positif Covid-19, tapi juga untuk semua ibu menyusui yang sehat. Protokol kesehatan yang ketat memang sangat penting diberlakukan di masa pandemi sekarang ini," ujar dr Meutia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Penggunaan masker kini jadi bagian dari aktivitas sehari-hari saat pandemi. Beragam masker pun bisa dipilih masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan harga yang cukup beragam.

Mungkin Sahabat Dream pernah melihat orang atau tenaga kesehatan menggunakan masker sebanyak dua lapis. Ada yang menggunakan masker N95, kemudia dilapisi lagi dengan surgical mask atau masker medis.
Penggunakan masker dua lapis ini sebenarnya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk tenaga kesehatan yang sehari-hari kontak dengan pasien pastinya risiko mereka tertular lebih tinggi. Penggunaan masker dua lapis bagi tenaga kesehatan biasanya juga harus mengikuti pedoman protokol kesehatan khusus.
Lalu bagi masyarakat umum, apakah pakai masker dua lapis bisa melindungi lebih maksimal? Elizabeth Hanes, soerang perawat senior, mengungkap jika kita menggunakan masker level medis seperti N95 atau masker bedah, meletakkan lapisan lain di atasnya mungkin tidak banyak membantu.

" Masker medis ini dibuat dari bahan tenunan rapat yang dirancang khusus untuk mencegah partikel virus masuk, jadi mungkin tidak memerlukan bantuan tambahan," kata Hanes dikutip dari WebMD.
Jika menggunakan masker katun, mengenakan masker dua lapis mungkin juga memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap menghirup virus dari udara. Penelitian terbaru yang dilakukan pada masker individu menunjukkan bahwa masker kain dua lapis bekerja lebih baik daripada masker satu lapis.
Jadi, apakah itu berarti bahwa lapisan ekstra bisa memberi perlindungan lebih? " Kami belum memiliki bukti ilmiah tentang hal itu, tetapi sampai kami memilikinya, mungkin tidak ada salahnya untuk mengenakan masker berlapis, jika berada dalam situasi berisiko tinggi, seperti tinggal dengan seseorang yang positif Covid-19," ungkap Hanes.
Saat sudah mengenakan masker dua lapis, jangan langsung merasa aman. Kita tetap harus menjalankan dua protokol lainnya agar tak tertular Covid-19, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya