Muncul Virus Monyet B, Gejalanya Mirip Virus Corona

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 20 Juli 2021 14:00
Muncul Virus Monyet B, Gejalanya Mirip Virus Corona
Virus tersebut sudah menelan korban pertamanya, yang seorang dokter ahli bedah hewan.

Dream – Pandemi Covid-19 belum usai, bahkan di beberapa negara sedang mencapai puncaknya karena varian baru yaitu delta. Sebuah fakta yang bikin panik muncul kembali dari Cina.

Negara Tirai Bambu itu melaporkan infeksi virus baru, yaitu virus Monyet B (BV). Virus tersebut sudah menelan korban pertamanya, yang seorang dokter ahli bedah hewan. Dokter tersebut meninggal dunia setelah membedah dua hewan.

Dilansir dari Indiatoday.in, kasus pertama dilaporkan pada Maret 2021 yang terungkap dalam pengarahan Chinese Center for Disease Control and Prevention (China CDC).
Ahli bedah tersebut meninggal pada Mei setelah mengunjungi beberapa rumah sakit.

Menurut laporan, terdapat analisis cairan serebrospinal dari pasien yang menunjukkan terinfeksi alpha herpesvirus. Untuk dianalisis lebih lanjut, cairan, darah, swab hidung dan tenggorokan, serta plasma pasien juga dikirim ke National Institute for Viral Disease Control and Prevention (IVDC) of China.

1 dari 6 halaman

Apa itu Virus Monyet B (BV)?

Virus ini disebabkan oleh kera, genus monyet dunia lama yang berfungsi sebagai inang alami. Selain virus ditularkan oleh kera, simpanse, dan monyet capuchin juga dapat terinfeksi virus ini dan mengakibatkan kematian. Virus BV juga biasa disebut dengan herpes B, virus monyet B, virus herpes simiae, dan virus herpes B.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan bahwa infeksi virus B pada manusia jarang terjadi. Sejak deteksi pertama pada 1932, virus ini hanya menginfeksi 50 orang dan 21 diantaranya meninggal dunia.

Sejauh ini belum ada laporan penularan dari manusia ke manusia. Sebanyak 50 kasus yang didokumentasikan sejak 1932, terjadi setelah mereka digigit atau dicakar monyet atau ketika cairan monyet mengenai kulit manusia yang rusak.

Virus ini ditemukan dalam air liur, kotoran, urin, otak, atau sumsum tulang belakang kera yang dapat bertahan selama berjam-jam di permukaan terlebih saat lembap. Meskipun risiko orang biasa terinfeksi virus ini rendah, pekerja laboratorium, dokter hewan, dan orang lain yang mungkin terpapar monyet akan lebih tinggi memiliki risikonya.

 

2 dari 6 halaman

Apa saja gejala Virus Monyet B?

Sama halnya dengan virus corona, gejala awal virus ini adalah flu, demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Orang yang terinfeksi virus dapat mengalami lepuh kecil di luka, sementara gejala lain termasuk sesak napas, mual, muntah, sakit perut, dan cegukan.

Bila penyakit memburuk, virus bisa menyebabkan pembengkakan otak dan sumsum tulang belakang, mengakibatkan gejala neurologis dan inflamasi, masalah koordinasi otot, kerusakan otak dan sistem saraf hingga akhirnya menyebabkan kematian. Menurut CDC, gejalanya bisa bertahan dari satu hari hingga tiga minggu.

Bagaimana jika digigit monyet?

Saat ini belum ada vaksin untuk mengatasi virus Monyet B, namun bila kamu digigit monyet, dokter menyarankan hal berikut ini:

- Cuci dan gosok luka secara lembut dengan sabun, deterjen, atau yodium selama 15 menit

- Alirkan air di atas luka selama 15-20 menit

- Segera cari pertolongan medis

Laporan: Elyzabeth Yulivia

3 dari 6 halaman

Ini Penampakan Virus Corona Varian Delta: Mirip Telur Kodok?

Dream - Baru-baru ini seorang ahli mikrobiologi Australia berhasil mengabadikan tampilan virus corona varian Delta saat menginfeksi sel manusia.

Baca juga: Pilu, Bocah di Depok Semalaman Peluk Jasad Ibunya yang Positif Covid-19

Penemuan dalam bentuk foto itu dibuat oleh Jason Roberts, ahli mikrobiologi di The Peter Doherty Institute for Infection, Melbourne, Australia.

Foto tersebut diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk memahami sifat-sifat asli varian Delta hingga mudah menular dan mematikan.

Baca juga: Rakyat Sedang Susah, Wasekjen PAN Minta RS Khusus Pejabat: Harus Diistimewakan

4 dari 6 halaman

Varian Delta Disebut Mirip Rambutan atau Matahari Kecil

Dalam foto yang dibagikan ulang ahli genomika molekuler, Riza Putranto, virus corona varian Delta bentuknya bundar tidak sempurna dengan tonjolan-tonjolan di pinggirnya seperti duri.

Baca juga: Tetap Wajib Bayar Upah, Penyesuaian Gaji Karena WFH Harus Hasil Kesepakatan

" Lucu kaya telor kodok wkwkwk," bunyi komentar seorang netizen di postingan Instagram Riza.

Namun Riza lebih suka menyebut tampilan varian Delta di bawah elektron mikrograf ini seperti buah rambutan atau matahari kecil.

Baca juga: Kemenkes: Lonjakan Kasus Covid-19 Sangat Memungkinkan Akibat Varian Delta

5 dari 6 halaman

Begini Penampakan Virus Corona Varian Delta

Meski tampilannya terlihat lucu dan menggemaskan, varian Delta ini punya tingkat penularan lebih tinggi dari virus aslinya.

Baca juga: Video Peti Jenazah Pasien Covid Terbalik Saat Diturunkan ke Liang Lahat

Penampakan virus corona varian Delta.© Instagram @rizaputranto

Beberapa netizen di postingan Riza mengatakan kalau virus corona varian Delta ini kecil bentuknya tapi sudah bikin geger satu dunia.

Varian Delta saat menginfeksi sel manusia.© Instagram @rizaputranto

Baca juga: Bikin Geram! Masyarakat Dibubarin, Oknum Dishub Nongkrong di Warung Sampai Malam

Sementara itu beberapa ahli mengungkapkan salah satu alasan varian Delta lebih mudah menular. Menurut mereka varian Delta ini mengalami mutasi yang mampu mengecoh sistem kekebalan tubuh.

6 dari 6 halaman

Pencegahannya Masih Sama dengan Varian Lainnya

Meski begitu, para ahli meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik dan khawatir. Sebab pencegahan varian Delta masih sama dengan varian lainnya.

Baca juga: Minta PKL Segera Tutup Saat Razia PPKM, Walikota Semarang Borong Dagangannya

Masyarakat hanya perlu menerapkan 5M yakni disiplin memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Sebagai pertahanan terakhir, segera melakukan vaksinasi jika sudah tersedia di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Baca juga: Takut Disuntik, Bapak Ini Sampai Diikat di Pohon Pisang Agar Bisa Divaksin

Sumber: Instagram

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More