Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Museum Tsunami Aceh (Foto: Shutterstock)
Dream - Dalam rangka memperingati 13 tahun Gempa dan Tsunami di Aceh, Museum Tsunami Aceh kembali menggelar Temporary Exhibition (Pameran Temporer) dan Museum Trip at Night (museum dibuka pada malam hari) mulai tanggal 23-26 Desember 2017.
Pameran yang bertemakan " The Light of Life" akan dilaksanakan di lantai dua Museum Tsunami Aceh dan bakal dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi sekaligus pembukaan agenda Museum Trip at Night pada Sabtu, 23 Desember 2017 pukul 19.30 WIB.
" Kegiatan Pameran Temporer merupakan event utama dalam peringatan 13 Tahun Tsunami di Aceh. Kami menggelar kegiatan ini sebagai bentuk refleksi, renungan, dan pembelajaran dari musibah maha dahsyat yang pernah menimpa Aceh 13 tahun silam yang menelan korban lebih dari 240.000 jiwa pada 26 Desember 2004," ungkap Koordinator Museum Tsunami Aceh Almuniza Kamal, dikutip dari disbudpar.acehprov.go.id, Rabu 20 Desember 2017.

Dalam pameran kali ini, sebut Almuniza, akan ditampilkan beragam koleksi baru yang berkenaan dengan pemberi dan penerima bantuan saat dan setelah tsunami." Kita juga akan menampilkan penuturan dan dokumenter saksi hidup yang langsung mengalami kedahsyatan gempa dan tsunami saat itu," tambahnya.
Materi lainnya dalam pameran ini juga menampilkan peran pemerintah dan negara donor menyalurkan bantuan prasarana dan sarana untuk korban tsunami serta membantu proses perdamaian GAM-RI.
Pameran ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran kesiapsiagaan bencana yang mungkin dapat terjadi kapan dan dimana saja, khususnya bagi masyarakat Aceh, Indonesia, bahkan dunia.
" Pendidikan dan pengetahuan mitigasi bencana ini sangat penting disampaikan melalui sarana edukasi kekinian guna menghadapi musibah yang sama yang mungkin kembali terjadi di masa yang akan datang," pungkasnya.
Beragam kegiatan peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya, pameran foto, kreativitas dan perlombaan anak-anak, donor darah, dan sebagainya. Rangkaian kegiatan ini diramaikan oleh beberapa komunitas Aceh.
Acara puncak peringatan 13 Tahun Tsunami akan dilaksanakan pada 26 Desember 2017 pukul 19.30 WIB dengan berbagai agenda kegiatan seperti nonton bareng film bertema refleksi gempa dan tsunami, penampilan seni budaya, video mapping, dan lain-lain.

Museum Buka Malam Hari
Agenda paling menarik yang banyak ditunggu masyarakat, yakni Museum Trip at Night yang dibuka mulai 23-25 Desember 2017 dengan jadwal kunjungan dari pukul 19.30 hingga 22.00 WIB. Pagi hari museum akan dibuka hanya pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
" Selama peringatan tsunami ini, kita ingin membuat sedikit perbedaan dengan membuka museum khusus pada malam hari," ungkap Almuniza.
(Sumber: disbudpar.acehprov.go.id)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya