Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Great Wall Di CHina (www.enjoy-wisata.com)
Dream - Pelancong asal Indonesaia kini lebih banyak menjadikan Asia sebagai tujuan wisata daripada Eropa. Salah satu faktornya adalah keamanan Eropa yang belakangan kerap dihantui oleh aksi teror.
“ Pada awalnya ke Eropa, seperti Spanyol dan Turki. Namun karena ada kasus bom, jadi berkurang banyak yang ke sana,” kata Manajer Umum Gardi Tour, Dewanto Widiyarso, di Jakarta, Sabtu yang lalu.
Tak hanya faktor keamanan, wisatawan Indonesia juga mempertimbangkan harga akomodasi ke destinasi Asia yang lebih terjangkau. Sebut saja ke Thailand atau Tiongkok, hanya dibutuhkan Rp 4 juta hinggga Rp 6 juta.
“ Semua sudah include makan, penginapan, tour guide, dan bagasi. Namun semua disesuaikan dengan tiket pesawat,” imbuh dia.
Apalagi, negara-negara yang notabene adalah non-Muslim itu kini berlomba-lomba menyediakan fasilitas halal. Sehingga, semakin mempermudah wisatawan Indonesia dengan penduduk Muslim sebagai mayoritas.
Tiongkok misalnya. Wisatawan Indonesia dapat mengunjungi masjid tertua di Beijing dan Shanghai yang memiliki masjid-masjid berarsitektur indah.
“ Di Beijing itu akan kami ajak ke sembilan tempat yang sukunya beragama Islam. Face-nya mereka terlihat seperti orang-orang Afghanistan,” kata Dewanto.
Demikian pula dengan Jepang. Di negeri Sakura itu, wisatawan Muslim juga bisa berwisata belanja ke mal-mal besar dengan fasilitas masjid yang cukup nyaman. Restoran-restoran di Jepang juga telah menyediakan makanan halal.
Sedangkan di Korea, pemerintahnya sudah mulai gencar melakukan sertikasi halal pada makanan yang mereka jual. Negeri Ginseng ini juga menjadi alternatif bagi wisatawan Muslim Indonesia.
Sebagai perusahaan yang menyediakan paket wisata halal, Gardi Tour selalu mengedepankan waktu salat selama perjalanan. Selain mengunjungi masjid-masjid bersejarah, mereka selalu mengusahakan untuk menjangkau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas salat.
“ Kaya kalau perjalanan ke Great Wall, itu masjidnya jauh sekali jadi kita mampir ke restoran yang ada musalanya,” ujar Dewanto.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
