Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock,com)
Dream - Covid-19 semakin banyak merenggut nyawa manusia. Peneliti di berbagai negara kini tengah berjuang keras menemukan obat yang tepat untuk bisa mengurangi angka kematian.
Perusahaan farmasi, Dexa Medica, meluncurkan inovasi terbaru berupa obat Regkirona. Obat terapi Covid-19 ini diklaim bisa menurunkan risiko rawat inap pada pasien Covid-19 dengan komorbid dan juga mengurangi risiko kematian hingga 72 persen.
" Regkirona sebagai salah satu pilihan obat antivirus Covid-19 untuk pasien Covid-19 di Indonesia telah melalui uji klinik fase III dengan hasil positif,” kata Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences, Raymond.
Raymond mengatakan pihaknya telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk Regkirona. " EUA-nya pada BPOM (diberikan) pada 17 Juli bulan ini, dua minggu yang lalu," kata dia.
Lebih lanjut, Raymond mengatakan, Regkirona ini juga mampu menetralisasi seluruh varian corona mulai dari Delta, Alpha, Beta, hingga Gamma.
" Memang hasil bagus dan dia bisa menetralisir varian Alpha, Beta, Gamma, tapi juga India varian Delta," ucap dia.
Dream - Perkembangan data kasus baru Covid-19 harian mengalami penurunan dalam dua hari berturut-turut. Harapan juga muncul dari angka kesembuhan yang kembali mencatat jumlah lebih besar dibandingkan jumlah pasisn terkonfirmasi positif COrona.
Data yang dilaporkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di laman Covid19.go.id per 30 Juli 2021, mencatat kasus positif harian dalam 24 jam terakhir ini mencapai 41.168 kasus. Laporan kasus baru Covid-19 ini lebih dari dari hari sebelumnya di angka 43.479.
Dengan penambahan tersebut, jumlah total masyarakat Indonesia yang dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 3.372.374 kasus.
Meski masih cukup tinggi, kasus aktif harian yang dilaporkan berkurang menjadi 5.141 kasus. Sehingga total pasien yang masih dirawat ataupun isolasi kini menjadi sebanyak 549.343 kasus.
Kabar baiknya, angka kesembuhan pasien Covid-19 hari ini kembali mencatat jumlah lebih besar dari kasus positif. Pasien sembuh harian tercatat sebanyak 44.550 kasus. Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh saat ini sudah sebanyak 2.730.720 kasus.
Sedangkan angka kematian harian tercatat sebanyak 1.759 kasus. Total pasien meninggal akibat Covid-19 menjadi 92.311 kasus.
Hari ini tercatat sebanyak 516.051 jiwa telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Jumlah total penerima dosis pertama vaksin saat ini mencapai 46.805.993 jiwa.
Sementara, penerima suntikan kedua vaksin Covid-19 dalam sehari ini sebanyak 477.199 jiwa. Sehingga totalnya kini sudah sebanyak 20.146.421 jiwa.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya