Ilustrasi
Dream - Kesadaran pasangan muda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jelang pernikahan bukan lagi sekadar wacana. Kini, masalah kesehatan fisik dan mental lebih dianggap penting bagi tiap pasangan sebelum memutuskan membina rumah tangga.
Pemeriksaan kesehatan pre-marrital screening baiknya bukan hanya dilakukan oleh perempuan, tapi juga laki-laki. Hal ini lebih ditujukan untuk mengetahui riwayat kesehatan dan kelainan bawaan yang mungkin dibawa oleh salah satu atau kedua pasangan sebelum menikah.
Ginekolog, Dr Febriansyah Darrus Sp.OG menyebut, pemeriksaan kesehatan calon pengantin juga ditujukan bagi pasangan yang berencana untuk menunda atau langsung memiliki momongan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan reproduksi, dapat mempermudah pasangan untuk menentukan rencana setelah menikah.
" Meski belum ramai namun tren saat ini sudah mulai ada pasangan yang memeriksakan diri, biasanya perempuan yang datang ditemani orangtua untuk melakukan pemeriksaan ke saya. Kesiapan fisik dan mental jelang pernikahan kini kian disadari oleh pasangan muda," ucap Febriansyah yang juga ayah tiga anak kepada tim Dream.co.id.
Selama ini ketakutan pasangan untuk memeriksakan diri biasanya menjadi momok menakutkan. Jika perempuan atau laki-laki yang belum aktif secara seksual, ginekolog tidak akan melakukan pemeriksaan dalam. " Yang ada saat ini kerap ketakutan bagi calon pasien akan dilakukan pemeriksaan dan duduk di kursi 'horor'," ucapnya lagi.
Seiring dengan perkembangan teknologi, dokter lulusan FK dan Dokter Spesialis Obgin FK Universitas Sriwijaya ini juga menyebut bagi pasangan yang berencana menunda memiliki keturunan kini pil KB sudah mampu mengurangi kekhawatiran kaum perempuan. Pil KB saat ini justru dapat membuat wajah mulus, badan tetap ramping serta tubuh lebih terasa fit. (Ism)