Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Ada banyak contoh dalam Alquran dan Hadits yang mengatakan keutamaan sikap mental positif, ketekunan dan optimisme dalam menghadapi kesulitan. Namun, apakah Anda tahu bahwa kesabaran dan pikiran positif merupakan metode penyembuhan yang luar biasa?
Seperti yang ditulis dalam Alquran (Al-Baqarah 2:155) " Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: 'Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali'. Mereka itu ialah orang dilimpahi dengan pujian dari Tuhan mereka serta rahmat-Nya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayah-Nya."
Menurut penelitian ilmu modern, rahmat itu berupa semakin meningkatnya kesehatan bagi yang bersabar dan berpikiran positif. Peneliti Barat seperti Bernard Jensen berkata dalam bukunya 'The Science and Practice of Iridology', dokter masa kini punya pandangan bahwa kekuatan manusia yang sesungguhnya bukan pada fisiknya, tapi pada otaknya.
Selain itu, Dr Ted M Morter, menerangkan lebih detail pada bukunya 'Your Health... Your Choice', pikiran negatif adalah penghasil asam nomor satu di tubuh kita. Dan tingkat keasaman yang tinggi di tubuh menjadi penyebab utama munculnya berbagai penyakit. Pasalnya tubuh bereaksi terhadap sikap negatif dan tekanan emosional yang dibawa oleh pikiran negatif. Sama seperti saat bereaksi terhadap ancaman fisik secara nyata.
Untuk bisa menciptakan ketenangan batin dan berdampak bagi kesehatan biasakanlah mengucapkan, " Alhamdulillah" atas apa yang telah kita miliki dan apa yang kita terima. Kita harus berusaha untuk menjaga rumah dan lingkungan kerja kita terasa damai dan sebisa mungkin bebas dari stres. Salah satu cara agar kita dapat melawan efek stres adalah menyadari akan stres yang kita hadapi, dan mengkonsumsi nutrisi yang cukup dan suplemen seperti herbal.
Biasakanlah untuk mengucapkan, " Alhamdulillah" untuk apa yang kita miliki; " Insya Allah" untuk apa yang kita niatkan; dan, " Subhanallah" ketika kita melihat sesuatu yang menarik atau menakjubkan. Juga mengucap " Astaghfirullah" ketika kita kehilangan kesabaran atau menjadi lemah. Dan yang paling penting, ucapkanlah " Allahu Akbar" ketika kita dihadapkan dengan tantangan hidup. Kelima kalimah thayyibah itu apabila kita amalkan setiap hari, seperti halnya mengkonsumsi multi-vitamin yang memiliki dampak pada kesehatan jiwa kita.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya