Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Pasien Corona Dirawat Di RS (Foto: Shutterstock)
Dream - Penelitian menunjukkan kemungkinan virus yang menyebabkan COVID-19 berevolusi secara alami setelah mengalami mutasi di dalam tubuh kelelawar. Inilah yang diduga sebagai pemicu penularan virus corona ke manusia dan menjadi pandemi seperti sekarang.
Sebuah studi baru yang dilakukan Shandong First Medical University semakin meyakinkan tentang teori ini setelah mereka menemukan kerabat dekat virus SARS-CoV-2 pada kelelawar.
Cara virus ini bermutasi juga sama seperti SARS-CoV-2 dengan melakukan 'penyisipan' materi genetik ke dalam genom virus. Semua ini menunjukkan bahwa mutasi dan perubahan virus tersebut terjadi secara alami.
Virus corona kelelawar baru yang disebut RmYN02 ini ditemukan oleh tim Shandong selama melakukan analisis terhadap 302 sampel dari 227 kelelawar yang dikumpulkan di Provinsi Yunnan, China, pada paruh kedua tahun 2019.
Setelah menganalisis virus yang ditemukan dalam sampel kelelawar ini, tim mampu mengungkap dua genom virus corona yang hampir lengkap, yaitu RmYN01 dan RmYN02.
Genom RmYN01 memiliki nilai kecocokan yang rendah dengan SARS-CoV-2. Tapi kecocokan genom RmYN02 mencapai 93,3 persen dengan SARS-CoV-2.
Sementara satu gen unik pada RmYN02 yang disebut 1ab berbagi kecocokan hingga 97,2 persen. Ini merupakan kecocokan terdekat dengan gen SARS-CoV-2 hingga saat ini.
Meskipun memiliki kesamaan, bukan berarti RmYN02 adalah nenek moyang langsung dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 di seluruh dunia.
Terutama karena gen untuk domain pengikat reseptornya memiliki kecocokan yang sangat rendah dengan SARS-CoV-2, hanya 61,3 persen.
Tetapi penemuan genom virus corona baru ini sangat membantu dalam usaha untuk mengetahui bagaimana virus SARS-CoV-2 berevolusi menjadi seperti sekarang ini.
Penelitian ini menegaskan kembali bahwa kelelawar, terutama genus Rhinolophus malayanus (kelelawar tapal kuda) adalah host alami bagi virus corona dan kerabat terdekat virus SARS-CoV-2. Namun gambaran ini bisa berubah dengan semakin banyaknya sampel yang diambil dari kelelawar.
" Yang mengejutkan adalah virus RmYN02 yang terdapat pada kelelawar Rhinolophus malayanus merupakan kerabat terdekat SARS-CoV-2 melalui replikasi gen 1ab yang panjang. Meskipun virus itu sendiri memiliki sejarah rekombinasi yang kompleks," jelas pakar mikrobiologi Weifeng Shi di Shandong First Medical University.
Kecocokan gen virus corona yang terdekat dengan SARS-CoV-2 sejauh ini adalah virus corona kelelawar bernama RaTG13. Kecocokan RNA-nya mencapai 96,1 persen. Tetapi Weifeng mencurigai kemungkinan ada lebih banyak virus di luar sana.
Studi yang dilakukan tim ilmuwan Shandong First Medical University ini telah diterbitkan di laman Current Biology.
(Sah, Sumber: Science Alert)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan