Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.parenting.com)
Dream - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar arsenik pada bayi yang diberi asupan susu formula jauh lebih tinggi dibanding bayi yang minum air susu ibu atau ASI. Penelitian itu menemukan data kadar arsenik dalam urine bayi yang mengonsumsi susu formula 7,5 kali lebih tinggi dari bayi yang diberi ASI.
Penelitian itu dipublikasikan pada jurnal Environmental Health Perspectives, Senin 23 Februari 2015. Sampel penelitian ini adalah 72 bayi di wilayah timur laut New Hampshire, Amerika Serikat.
Tak hanya bayi, penelitian ini juga menguji ASI dari sembilan ibu. Hasilnya, juga ditemukan unsur arsenik pada ASI. Namun kadarnya jauh lebih rendah daripada susu formula.
Menurut para peneliti, arsenik pada tubuh bayi tak hanya datang dari bubuk susu formula saja. Kadar yang lebih tinggi justru datang dari air keran. Namun, keduanya memberikan kontribusi paparan arsenik signifikan pada tubuh bayi.
Dengan hasil studi ini, para peneliti merekomendasikan agar para ibu menyusui anak-anaknya dengan ASI, sehingga mencegah paparan arsenik dalam kadar yang cukup tinggi.
“ Ini adalah manfaat penting menyusui bagi kesehatan masyarakat,” tutur penulis penelitian ini, Kathryn Cottingham, sebagaimana dikutip Dream dari Al Arabiya.
Arsenik memang banyak ditemukan dalam batuan dasar dan sering mengkontaminasi air sumur. Zat ini bisa memicu munculnya kanker dan disebut-sebut memiliki andil dalam kematian janin, penurunan berat badan saat lahir, serta masalah dengan perkembangan otak. Baca Juga: Dampak Baik Bercinta Saat Hamil Astaga! Seleb Hollywood Kini Keranjingan Makan Ari-ari Bayi Solusi Rambut Rontok Ada di Sisirnya Keracunan AC Mobil, Empat Penumpang Pingsan di Jalan Kedipan Super Mahal Mata `Berlapis` Emas dan Berlian Tertawa Bisa Berujung Kematian, Ini Penjelasan Ilmiahnya Begini Cara Rokok Merusak Otak Anda Makan Sosis Bisa Picu Sel Kanker Pankreas?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya