Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi Water Spout (Foto: Shutterstock)
Dream - Video fenomena alam berupa water spout terjadi di tengah-tengah waduk gajah mungkur Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Rabu 20 Januari 2021 sekitar pukul 15.45 WIB telah viral di media sosial.
(baca: Video Mendebarkan Angin Puting Beliung Berputar di Waduk Wonogiri)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara fenomena water spout dan angin puting beliung akibat kondisi anomali cuaca.
" Perbedaan water spout dengan puting beliung dapat diidentifikasi dari koneksinya dengan media air yang terdapat di bagian dasarnya," kata Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN Dr. Erma Yulihastin dikutip dari laman Lapan.go.id, Kamis 21 Januari 2021.
Erma menjelaskan angin puting beliung atau small tornado memiliki kecepatan angin dan dampak kerusakan pada kisaran di bawah skala Fujita-2, menurut ahli tornado keturunan Jepang Tetsuya Fujita dari Universitas Chicago.
Dengan demikian, puting beliung memiliki lintasan kurang dari satu kilometer dengan durasi hidup di bawah satu jam.
Sedangkan Water Spout, menurutnya, merupakan tornado yang terkoneksi dengan air dan memiliki skala mikro, karenanya, fenomena ini hanya dapat terjadi di atas danau, tambak, sungai, bendungan, dan lain-lain.
Fase kehidupan Water Spout, lanjutnya, fase pembentukan awal, pada tahap ini terdapat dukungan temperatur, kelembapan dan pergeseran angin yang menjadi syarat bagi pembentukannya
Fase awan cerah terbentuk di atas permukaan air.
" Awan cerah tersebut dikelilingi oleh awan disekitarnya yang berwarna abu gelap," jelasnya.
Corong spiral memanjang mulai tampak oleh pengamatan visual dan di bagian permukaan air terbentuk percikan air ke segala arah.
Pada saat tahapan kelima itu, peluruhan water spout terjadi ketika terdapat udara lembap atau uap air yang masuk ke dalam corong badainya.
Erma menjelaskan bahwa water spout secara visual dapat dikenali dari bentuknya yang seperti suatu belalai atau corong pipa panjang dan terlihat turun dari suatu awan jenis cumulus congestus atau cumulonimbus.
Sebelumnya, pusaran angin besar muncul diatas Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Jawa Tengah, Rabu 20 Januari 2021 sore. Peristiwa langka tersebut terekam oleh kamera telepon genggam warga dan tersebar di sejumlah media sosial. Selain cukup besar, pusaran angin juga berlangsung cukup lama.
Menurut Kepala Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Kamto, angin kencang tersebut muncul sekitar pukul 15.30 Wib. Angin tersebut, dikatakannya, datang dari arah Nguntoranadi dan berjalan ke arah barat daya.
" Tadi kejadiannya sekitar pukul empat sore. Besar dan cukup lama, belasan menit mungkin," ujar Kamto dikutip dari merdeka.com.
Sumber: lapan.go.id
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya