4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang belum usai. Tidak banyak pula masyarakat yang tahu arti stunting. Padahal stunting merupakan penyakit kronis yang dapat menjadi ancaman terhadap kualitas manusia.
Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah masalah kurang gizi tahap kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga adanya gangguan terhadap tumbuh kembang anak yang menyebabkan anak memiliki ukuran tubuh pendek dari rata-rata anak lain yang sama usianya.
Sementara itu, masalah stunting yang terjadi di Indonesia, berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita.
Prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.
Menilik lebih dalam kondisi stunting pada tingkat provinsi, berdasarkan data SSGI 2021 tersebut, ada 12 provinsi prioritas penurunan stunting, dengan catatan data sebagai berikut:
Tujuh prevalensi stunting tertinggi yakni provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Untuk 5 provinsi dengan kasus stunting tertinggi, urutan pertama Jawa Barat, dilanjut Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten.
“ Latar belakang atau penyebab dari adanya stunting itu tidak serta merta seseorang menjadi stunting. Jadi ada riwayat sebelumnya, makanya di dalam kesempatan ini saya menggambarkan bahwa, bagaimana kontribusinya pada saat ibu hamil bahkan sebelum hamil,” kata Kasubdit Pengelolaan Konsumsi Gizi, Dit Gizi Masyarakat, Mahmud Fauzi, di Jakarta pada 28 Juni 2022.
Menurut Fauzi, sangat penting bagi calon ibu hamil untuk mempersiapkan kondisi tubuhnya, sehingga tidak melahirkan keturunan yang nantinya berpotensi stunting.
“ Sebelum dia hamil sebaiknya calon ibu atau remaja yang kita coba persiapkan, agar terhindar paling tidak jangan sampai dia anemia, mengalami kurang energi yang biasa saya tadi bilang KEK (Kekurangan energi kronis),” lanjut Fauzi.
Data menunjukkan 32 persen remaja wanita mengalami anemia di usia 15-24 tahun. Lalu wanita di usia subur mengalami anemia mencapai 24 persen. Selanjutnya ibu hamil anemia mencapai 48,9 persen, ibu hamil KEK 17,3 persen, dan ibu hamil dengan resiko komplikasi sebesar 28 persen.
“ Kalau dia anemia otomatis supply ke darahnya akan terhambat dan otomatis dia akan lebih lemah, lesu dan sebagainya. Bahkan konsentrasi belajarnya berkurang,” ujar Fauzi.

Kondisi ibu hamil yang demikian menunjukkan data bayi lahir prematur sebesar 29,5 persen, bayi berat lahir rendah 6,6 persen, lahir dengan panjang badan kurang dari 48 cm 19,4 persen, balita diare 9,8 persen, balita pneumonia 1,7 persen, dan balita kurang gizi dan gizi buruk mencapai 7,1 persen.
Fakta ini harus dicermati bagi para wanita yang sudah kodratnya dapat menjadi ibu hamil untuk dapat menjalani perilaku hidup sehat. Sebelum dia masuk di usia subur.
“ Makanya tadi saya katakan paling tidak seorang ibu hamil atau seorang remaja sebelum dia hamil atau seorang wanita usia subur sebelum dia hamil harus menjaga makanan yang baik dan mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur minimal seminggu sekali,” ujar Fauzi.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
