Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bus Sholawat (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Produk bus buatan Indonesia memikat perusahaan jasa transportasi asal Arab Saudi. Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Hery Saripudin, mengatakan perusahaan itu ingin mengoperasikan bus tersebut untuk layanan transportasi jemaah selama melaksanakan ibadah haji.
" Dalam waktu dekat perwakilan perusahaan tersebut akan segera melakukan penjajagan kerjasama pengadaan bus dengan dua karoseri terkemuka di Indonesia," ujar Hery, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat 8 Februari 2019.
Hery mengatakan ketertarikan perusahaan jasa transportasi Saudi ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk menanamkan investasi di Saudi. Ditambah, kamar dagang dan industri (kadin) Saudi membuka peluang investasi untuk menunjang penyelenggaraan ibadah haji.
" Ada peluang besar perusahaan Saudi bekerjasama dengan pemodal asing termasuk Indonesia," ucap dia.
Lebih jauh Hery menilai penyelenggaraan ibadah haji dapat meningkatkan devisa negara dari sektor perdagangan. Peluang inilah yang coba ditangkap Konjen RI dengan menggelar pameran produk Indonesia di Saudi untuk menunjang penyelenggaraan haji.
" Ada potensi ekonomi dan perdagangan yang besar dalam penyelenggaraan ibadah haji," kata dia.
Menurut Hery, pameran produk unggulan merupakan salah satu upaya mengenalkan produk Indonesia di Saudi.
Tahun lalu, beberapa produk makanan Indonesia terpaksa tertahan di pelabuhan dan bandara Saudi. Hery pun memastikan peristiwa tersebut tidak terjadi lagi tahun ini, sehingga pengurusan izin sudah dilakukan jauh-jauh hari.
" Agar produk kita mudah masuk ke Arab Saudi memang perlu strategi pengadaan, koordinasi dan kerjasama antar instansi, memahami skema pengadaan barang di Arab Saudi, dan beberapa hal lainnya," ujar dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya