Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(shutterstock.com)
Dream - Perkembangan homeschooling (pendidikan rumahan) dalam beberapa tahun ini kian meningkat. Masyarakat kalangan menengah banyak memasukkan anak mereka ke sana.
Namun, masih banyak juga sebagian orangtua khawatir memilih home schooling. Karena dinilai membuat sang anak susah bersosialisasi. Terlebih lagi biayanya mahal.
Sebelum menjatuhkan pilihan, baiknya pertimbangkan terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan sistem pendidikan homeschooling?
Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia menilai, ada banyak anak yang berprestasi dari non-formal tersebut.
Menurut Kak Seto saapan akrabnya, pendidikan tidak harus dicapai dari bangku sekolah formal yang sepekan mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pria yang memiliki Home Schooling Kak Seto (HSKS) di bilangan Bintaro itu, membantah penilaian homeschooler (anak yang mengikuti homeschooling) susah bersosialisasi.
"Homeschooler juga memiliki kehidupan sosial yang aktif. Ada murid-murid kami itu yang artis. Nikita Willy, Citra Skholastika. Bahkan, anaknya Dewi Yull, Surya itu, sampai diundang sama Ratu Elizabeth ke London karena mampu memotivasi teman-teman yang tuna rungu," kata Kak Seto di Jakarta, Rabu kemarin.
Ia menambahkan, homeschooling yang dimilikinya juga punya kegiatan untuk anak-anak jalanan.

"Dan itu gratis. Belajar itu bisa dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja," tutur pria asal Klaten ini menjawab soal homeschooling biayanya mahal.
Meski memiliki banyak kelebihan, homeschooling juga memiliki kekurangan, yaitu kurang dianggapnya sebagai anak dari sekolah umum.
Namun, Kak Seto meyakinkan anak-anak yang memiliki latar pendidikan dari home schooling memiliki 'derajat' sama dengan anak-anak di sekolah formal.
"Homeschooling juga sama dengan sekolah formal, hanya saja jauh lebih fokus, sedikit muridnya. Kurikulumnya juga sudah lebih sederhana, dengan waktu lebih efisien".
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang