6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Ilustrasi (Foto: Royaletour.com)
Dream – Sektor Pariwisata rupanya juga memikat hati Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud. Orang paling terhormat di Arab itu berencana menanamkan modal di sektor pariwisata halal yang tengah dikembangkan Indonesia, terutama di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
" Raja Salman siap menanam investasi cukup besar di sektor pariwisata. Daerah yang diliriknya adalah Mandeh, Sumatera Barat, dan Belitung," kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya melalui keterangan pers tertulis, Rabu 1 Maret 2017.
Ketertarikan Raja Salman terhadap Mandeh, tidak lepas dari usaha Kemenpar yang terus menggenjot promosi wisata Mandeh ke negara-negara Timur Tengah, selain Malaysia, Singapura, dan China.
" Kawasan wisata Mandeh diambil dari nama salah satu kampung, terletak di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Teluk itu cukup landai dan tidak berombak, karena di sekitarnya terdapat beberapa pulau kecil," papar Nia.
Pulau-pulau tersebut adalah Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Sironjong Besar, Sironjong Kecil, dan Pulau Cubadak. Pulau-pulau ini memiliki pemandangan yang sangat indah, tidak kalah dengan objek wisata kelas dunia. Khusus untuk Pulau Cubadak, sudah dikembangkan menjadi resor oleh investor dari Italia. Pulau yang lebih dikenal dengan Cubadak Paradise itu, kini menjadi tujuan liburan mewah para wisatawan asing dari berbagai negara.
© Dream
Menpar Arief Yahya sering menyebut Mandeh sebagai Raja Ampat-nya Sumatera, agar orang mudah membayangkan bagaimana positioning Mandeh sebagai destinasi wisata bahari. " Kalau 10 Destinasi Prioritas disebut 10 Bali Baru, Mandeh kami biasa menyebut Raja Ampat-nya Sumatera. Keindahan bawah lautnya oke, banyak terlindung oleh pulau-pulau, sehingga airnya tenang seperti danau," sebut Menpar Arief Yahya.
Secara terpisah, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kawasan wisata Mandeh memiliki luas 8.000 hektare, berada di daerah perbatasan Kota Padang. Laut Mandeh memiliki terumbu karang indah seluas 70 hektare. " Selain itu juga terdapat hutan mangrove seluas 389 hektare, serta berbagai biota laut yang beraneka ragam. Mandeh juga punya teluk yang cukup luas dan indah, dengan ombak yang sangat tenang," terang Gubernur Irwan.
Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015, pembangunan wisata Mandeh terus dikebut. Sebanyak 100 unit toilet sudah dibangun, homestay dan pasar modern telah dikembangkan, termasuk promosi wisatanya. Perbaikan tempat wisata Mandeh, ternyata memicu tingginya kedatangan turis ke Sumatera Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, terjadi kenaikan kunjungan wisatawan asing hingga 13,77% di 2016.
Hingga Maret 2016, jumlah wisatawan asing yang datang ke kawasan ini mencapai 4.428 orang, naik dari Februari yang hanya 3.892 orang. Turis asing yang paling banyak datang berasal dari Malaysia sebanyak 3.305 orang.
" Salah satu penyebab tingginya kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Sumatera Barat, karena ada akses penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Minangkabau," kata Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando.
Turis asing terbanyak kedua berasal dari Australia, dengan jumlah 100 orang, kemudian Jepang 31 orang. Lalu ada wisatawan asal Prancis 30 orang, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya sebanyak 588 orang.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?