Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pulau Cempedak (Foto: Robbreport.com)
Dream - Satu dasawarsa sudah, sejak bankir asal Australia Andrew Dixon bersama rekan-rekannya membuka Pulau Nikoi, pulau pribadi indah yang dilengkapi resor di Kepulauan Riau.
Kini, Dixon kembali meluncurkan proyek besar berikutnya, yakni sebuah pulau pribadi kedua yang bisa dijangkau dalam waktu singkat hanya dengan speedboat. Adalah Pulau Cempedak yang resmi dibuka pada bulan Maret lalu. Pulau pribadi ini meliputi lebih dari 42 hektar lahan hutan hujan yang dikelilingi oleh pantai berpasir putih. Lokasinya terpencil.

Di pulau ini terdapat 20 vila yang masing-masing tersembunyi di antara semak-semak hijau sehingga menjadi "surga" bagi mereka yang menginginkan privasi saat berlibur. Dirancang oleh arsitek terkenal asal Selandia Baru, Miles Humphrey, akomodasi di pulau tersebut seluruhnya dibangun dari bambu, kayu jati daur ulang, kayu karet yang didaur ulang dan atap-atapnya dibuat dari rumput jerami.

Semuanya dibuat bernuansa alam, ditambah dengan penggunaan linen organik pada interiornya, dan dilengkapi pula dengan kolam air asin pribadi serta teras luas yang langsung menghadap ke pasir pantai.
Tentu saja, Cempedak menawarkan banyak alasan untuk kamu berlibur sejenak menjauh dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan. Di pulau ini, para tamu juga dapat menikmati lapangan tenis rumput serta beragam aktivitas air seperti scuba diving dan snorkeling di peraian bening.

Di sini juga terdapat restoran yang letaknya di atas pepohonan dengan tempat duduk yang langsung menghadap ke panorama dramatis berupa matahari terbenam. Sembari menyaksikan pemandangan epik itu, para tamu bisa menikmati berbagai hidangan khas Indonesia, mulai dari gado-gado hingga mi goreng dengan kelezatan sempurna.

Belum lagi, saat berada di kawasan ini para tamu bisa menyaksikan langsung penduduk lokal yang sesekali melintasi perairan pantai. Kamu juga akan dihibur dengan keberadaan monyet-monyet jinak yang berayun-ayun di atas pepohonan. Benar-benar menyuguhkan pengalaman wisata yang menakjubkan!

(Sumber: robbreport.com)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'