6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Mengonsumsi Kacang. (Source: Shutterstock)
Dream - Kacang seringkali dijadikan sebagai pengganti makanan ringan yang sehat dan bernutrisi. Kamu bisa memenuhi kebutuhan protein dan lemak harian dengan mengonsumsi kacang.
Kalori kacang pun tidak terlalu tinggi dibandingkan makanan ringan lainnya. Sehingga, kamu bisa memenuhi nutrisi tanpa khawatir dengan kenaikan berat badan.
Namun, bukan berarti kamu bisa mengonsumsi kacang tanah berlebihan. Mengonsumsi kacang tanah juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Apalagi, jika dikonsumsi dengan cara yang salah.
Dilansir Eat This, berikut dampak buruk konsumsi kacang tanah bagi kesehatan.

Kandungan aflatoxin pada kacang tanah bisa berbahaya bagi kesehatan hati. Aflatoxin sendiri merupakan sejenis jamur yang ditemukan pada area lembap dan tropis.
Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan hati, aflatoxin juga bisa berujung pada penyakit ginjal dan melemahkan daya tahan tubuh.

Kacang tanah dan beberapa jenis kacang-kacangan lainnya mengandung phytic acid yang bisa mempersulit penyerapan nutrisi seperti seng, zat besi, kalsium, mangan, serta magnesium pada tubuh.
Sebenarnya, kacang juga mengandung nutrisi tersebut. Namun jika penyerapannya sulit, tubuhmu akan lebih sulit menerima nutrisi tersebut.

Biasanya, kacang yang terjual di pasaran telah dibumbui dengan garam. Sehingga, mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan terlalu sering dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti hipertensi.
Jika ingin membeli kacang, pilihlah yang tidak berbumbu atau mengandung sedikit garam. Beberapa merek telah memberikan label 'rendah sodium' atau 'rendah garam' agar lebih mudah memilih produk yang tepat.

Terlepas dari dampak buruknya, kacang tanah memiliki lemak baik yang tinggi, serat, vitamin E, asam folat, potasium, serta kandungan menyehatkan lainnya.
Harvard Health Publishing bahkan mengungkapkan bahwa orang yang sering mengonsumsi kacang-kacangan memiliki potensi lebih rendah terkena penyakit jantung daripada yang tidak sama sekali. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan nutrisi serta vitamin di dalamnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
