Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
© 2019 Https://www.dream.co.id
Dream - Sebagian orang mungkin masih menggunakan alarm saat harus bangun pagi. Ada kalanya juga mereka mematikan alarm berkali-kali karena memilih waktu tidur lagi untuk beberapa saat.
Setiap orang memang membutuhkan waktu tidur yang cukup karena membantu menjaga fungsi dan kinerja tubuh sepanjang hari.
Banyak yang menganggap mematikan alarm dan menambah waktu tidur sebentar saja mampu memberi tubuh kita istirahat tambahan. Tapi, anggapan itu ternyata keliru.
Kebiasaan tidur yang diklaim buruk tersebut bisa menyebabkan gangguan memori, berat badan dan tekanan darah. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan mematikan alarm terlalu sering.
Perlu diketahui bahwa waktu tidur alami berpengaruh pada fungsi otak dan tubuh, atau dikenal sebagai ritme sirkadian yang merupakan perubahan harian secara fisik, mental dan perilaku.
Orang dewasa dalam kebanyakan kasus membutuhkan setidaknya tujuh hingga delapan jam untuk tidur setiap malam agar bisa menikmati dua tahap yang disebut nonrapid dan rapid eye movement, atau bisa disebut pergerakan mata biasa dan cepat.
Sebagian waktu awal, kamu akan tidur nyenyak dan mengalami nonrapid eye movement (pergerakan mata biasa). Dan sebagian waktu setelahnya, pergerakan matamu lebih cepat (raid eye movement), otak akan mulai bekerja dan mungkin bermimpi. Biasanya, seseorang melewati tahap tidur ini setidaknya empat hingga enam kali setiap malam.
Mempertahankan siklus tidur ini sangat penting untuk kesehatan. Jadi jika proses ini terganggu, kamu akan terbangun dengan perasaan lelah.
Ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi siklus tidurmu. Cara bernafas yang kurang teratur juga dapat mengganggu kualitas tidur dan membuatmu merasa lelah di pagi hari. Kualitas tidur juga dapat dipengaruhi oleh penggunaan perangkat elektronik dan konsumsi alkohol atau tembakau di malam hari. Dianjurkan untuk makan beberapa jam sebelum tidur agar tidur lebih nyenyak.
Kebiasaan mematikan alarm biasa dilakukan oleh remaja yang ingin tetap terjaga sampai larut malam, namun ingin bangun lebih cepat di pagi hari. Meskipun seringkali berujung terlambat.
Menunda bangun tidur, bahkan hanya sembilan menit tidak akan meningkatkan kualitas tidur. Itu hanya akan membuat otak bingung dan memicu produksi neurokimia lebih banyak dan mempengaruhi tubuh. Inilah sebabnya, lebih baik untuk bangun dan tidur tepat waktu dengan rentang yang cukup.
(Sah, Sumber: misskyra.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya