Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chris Halim (kanan) Menyebut Sewa Baju Online Jadi Solusi Untuk Tetap Gaya, Namun Hemat. (Foto: Dream.co.id/Cynthia Amanda Male)
Dream – Punya banyak baju di lemari bukan berarti stok kamu untuk berpenampilan melimpah ruah. Nyatanya, banyak orang yang malah menjadi kebingungan saat harus memilih sepasang pakaian dari tumpukan baju di lemari itu.
Akhirnya sebanyak apapun baju yang dibeli, kita akan tetap merasa kekurangan dan terus membeli pakaian.
" Saat membeli pakaian, kita mengira baju yang dibeli akan terpakai 10 kali atau lebih. Padahal kenyataannya hanya dipakai 2 kali dan hanya akan memenuhi lemari," kata Founder Style Theory, Chris Halim, di Jakarta, Senin 10 Desember 2018.
Melihat fenomena baju yang cuma jadi tumpukan barang lama di dalam lemari, Chris terpikir ide tentang bisnis sewa pakaian. Dengan begitu, lemari tak penuh dengan baju yang entah kapan akan dipakai kembali.
Salah satu jasa penyewaan pakaian yang bisa diandalkan adalah Style Theory. Jasa penyewaan berbentuk aplikasi yang berbasis di Singapura ini menjadi solusi agar lemari tidak cepat penuh dan gaya tetap up-to-date.
" Dengan menyewa pakaian pun, pengeluaran jadi lebih hemat,” kata dia.
Chris mengatakan penyewa bisa mengenakan pakaian dari desainer terkenal tanpa memperhatikan harga.
Layanan ini pun mencegah kita untuk membeli pakaian yang ukurannya tidak sesuai. Menyewa pakaian jadi lebih praktis dengan layanan berbasis online store dan jasa pengantaran ke rumah.
" Kalau sudah berlangganan selama jangka waktu tertentu, bisa langsung pilih maksimal 3 pakaian yang akan dipinjam. Lalu, akan diantarkan menggunakan jasa Go-Send," katanya.
Tidak hanya pakaian untuk ke acara formal saja, tren sewa pakaian juga banyak dilakukan untuk busana kerja dan hangout.
" Kalau di Jakarta, lebih banyak yang meminjam pakaian kerja bergaya streetwear, edgy, minimalist dan modest. Tapi kalau Singapura, biasanya lebih suka straps, floral, pattern dan prints," kata Cofounder Style Theory, Raena.
Chris menambahkan gaya setiap daerah di Indonesia pun berbeda-beda. Uniknya, gaya di Medan dan Surabaya sama dengan Singapura yang cenderung lebih feminim.
Dia berkata dress masih memiliki peminat paling banyak untuk disewa. " Sebanyak 30 persen dari 20 ribu pengguna kami memilih pakaian kerja. Potongan yang paling banyak dipilih adalah dress/jumpsuit, atasan dan bawahan,” kata Chris.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya