Baju Menumpuk di Lemari Tapi Sayang Jika Dijual, Begini Triknya

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 10 September 2018 18:15
Baju Menumpuk di Lemari Tapi Sayang Jika Dijual, Begini Triknya
Enaknya, kamu bisa dapat duit lho.

Dream – Punya banyak baju di lemari bukan berarti stok kamu untuk berpenampilan melimpah ruah. Nyatanya, banyak orang yang malah menjadi kebingungan saat harus memilih sepasang pakaian dari tumpukan baju di lemari itu.

Akhirnya sebanyak apapun baju yang dibeli, kita akan tetap merasa kekurangan dan terus membeli pakaian.

" Saat membeli pakaian, kita mengira baju yang dibeli akan terpakai 10 kali atau lebih. Padahal kenyataannya hanya dipakai 2 kali dan hanya akan memenuhi lemari," kata Founder Style Theory, Chris Halim, di Jakarta, Senin 10 Desember 2018.

Melihat fenomena baju yang cuma jadi tumpukan barang lama di dalam lemari, Chris terpikir ide tentang bisnis sewa pakaian. Dengan begitu, lemari tak penuh dengan baju yang entah kapan akan dipakai kembali.

Salah satu jasa penyewaan pakaian yang bisa diandalkan adalah Style Theory. Jasa penyewaan berbentuk aplikasi yang berbasis di Singapura ini menjadi solusi agar lemari tidak cepat penuh dan gaya tetap up-to-date.

" Dengan menyewa pakaian pun, pengeluaran jadi lebih hemat,” kata dia.

Chris mengatakan penyewa bisa mengenakan pakaian dari desainer terkenal tanpa memperhatikan harga.

Layanan ini pun mencegah kita untuk membeli pakaian yang ukurannya tidak sesuai. Menyewa pakaian jadi lebih praktis dengan layanan berbasis online store dan jasa pengantaran ke rumah.

" Kalau sudah berlangganan selama jangka waktu tertentu, bisa langsung pilih maksimal 3 pakaian yang akan dipinjam. Lalu, akan diantarkan menggunakan jasa Go-Send," katanya.

1 dari 1 halaman

Model Ini Paling Diminati

Tidak hanya pakaian untuk ke acara formal saja, tren sewa pakaian juga banyak dilakukan untuk busana kerja dan hangout.

" Kalau di Jakarta, lebih banyak yang meminjam pakaian kerja bergaya streetwear, edgy, minimalist dan modest. Tapi kalau Singapura, biasanya lebih suka straps, floral, pattern dan prints," kata Cofounder Style Theory, Raena.

Chris menambahkan gaya setiap daerah di Indonesia pun berbeda-beda. Uniknya, gaya di Medan dan Surabaya sama dengan Singapura yang cenderung lebih feminim.

Dia berkata dress masih memiliki peminat paling banyak untuk disewa. " Sebanyak 30 persen dari 20 ribu pengguna kami memilih pakaian kerja. Potongan yang paling banyak dipilih adalah dress/jumpsuit, atasan dan bawahan,” kata Chris.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi