5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Ilustrasi)
Dream – Tak bisa dipungkiri banyak di antara kita tidak menyadari dampak buruk logam berat bagi kesehatan. Paparan logam bisa muncul setiap hari dan mustahil kita hindari.
Hanya sebagian kecil saja dari logam berat yang dalam takaran tertentu bisa memberi manfaat seperti Selenium. Tapi 90 persen logam bersifat merusak.
Selain melalui pernafasan dan makanan, logam berat bisa menyusup ke tubuh lewat penetrasi kulit melalui pori-pori.
Sekadar Sahabat Dream ketahui, logam berat seperti Arsenik (As), Timbal (Pb), Merkuri atau Air Raksa (Hg), dan Cadmium (Cd) sangat bahaya bagi tubuh karena selain selain ukurannya sangat kecil, yakni sekitar enam mili mikron padahal ukuran pori-pori kulit manusia dewasa adalah sekitar 20 mili mikron.

Iya, bersifat toksik dan punya sifat bioakumulasi atau cenderung terakumulasi lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk membuangnya, dampaknya akan merusak organ terutama darah.
Beberapa masalah kesehatan yang dapat disebabkan logam berat di antaranya adalah kanker, kerusakan saraf, paru-paru, gagal ginjal, menurunnya tingkat kecerdasan, anemia, pengeroposan tulang, hingga kemandulan.

Lalu, bagaimana cara mencegah logam berat masuk ke tubuh?
Ada tiga hal utama yang mudah dilakukan Sahabat Dream:
Poin pertama dan kedua barangkali kita sudah mengetahuinya, tapi yang sering dianggap sepele adalah paparan sinar matahari bahwa paparan sinar matahari pagi itu justru memiliki manfaat yang sangat besar.
Masalahnya adalah kita tidak memiliki kesempatan untuk menikmatinya, apakah karena faktor sibuk, faktor malas atau cuaca.


Foto: Ginsamyong
Tetapi berita baiknya adalah, ada produk kesehatan yang berperan menggantikan peran dari sinar matahari pagi. Bukan hanya itu, ia juga dapat menggantikan peran ion negatif yang biasanya kita dapatkan di pegunungan dan berbagai manfaat kesehatan lainya.
Untuk lebih jelasnya dapat di klik di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?