Tak Ada Corona di Indonesia karena Iklim? Ini Pendapat Pakar Mikrobiologi

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 1 Februari 2020 15:02
Tak Ada Corona di Indonesia karena Iklim? Ini Pendapat Pakar Mikrobiologi
Banyak orang yang penasaran.

Dream - Virus corona jenis 2019Ncov saat ini sudah tersebar ke 20 negara, terutama negara-negara Asia. Kasus virus Corona bahkan ditemukan di negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Sampai sekarang, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengklaim tak ditemukannya kasus virus Corona di Indonesia. Meskipun sebelumnya ada beberapa orang yang dicurigai, tapi pemeriksaan menunjukkan kalau orang tersebut tidak positif virus Corona.

Dikutip dari DW Indonesia, dr. Fera Ibrahim yang merupakan ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyebut iklim tropis membuat Virus Corona menjadi inaktif. Benarkah demikian?

Ia mengungkap kalau sebenarnya virus akan mudah mati bila terkena panas. " Pengaruh iklim tropis, karena sinar matahari itu membantu juga kita untuk inaktifkan virus," kata dr. Fera.

 

1 dari 5 halaman

Berkaca pada Kasus SARS

Menurutnya, dalam pengalaman wabah virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) terdahulu, masyarakat Indonesia juga tidak ada yang sampai terinfeksi.

China Karantina Kota Wuhan Akibat Virus Corona

" Berdasarkan yang sudah diteliti, sinar matahari itu mampu meinaktifkan virus. Jadi kalau virusnya yang terpercik (batuk atau bersin) itu terkena sinar matahari, dia bisa inaktif. Tidak akan menginfeksi manusia, tapi tetap pola hidup sehatnya harus bagus," katanya.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr. Bambang Wibowo, SpOG(K), juga sependapat dengan hal ini. Ia berpesan untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan optimal.

" Makanya kita doa itu penting, menjaga perilaku hidup sehat, kemudian doa lagi. Kalau ada apa-apa segera periksa, dan jangan percaya sama informasi yang tidak benar," ucap dr. Bambang.

Selengkapnya baca di sini.

2 dari 5 halaman

Upaya IDI Cegah Corona Masuk Indonesia

Dream - Penyebaran virus Corona yang mematikan begitu cepat di berbagai negara, membuat Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sigap memberikan edukasi pada masyarakat. Langkah ini guna mencegah datangnya virus yang belum ditemukan penangkalnya itu ke Indonesia.

“ Selalu menerapkan gaya hidup sehat, saat berada di ruangan ramai orang wajib menggunakan masker,” ungkap Dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di Jakarta Pusat Jumat, 31 Januari 2020.

Ilustrasi masker mulut

3 dari 5 halaman

Upaya IDI

Selain itu, IDI juga menjelaskan beberapa rencana yang dijalankan demi mencegah penularan virus Corona di Tanah Air.

“ Di semua cabang wilayah, kita ingin ada posko, yaitu tempat untuk berkodinasi dengan seluruh dokter di wilayah tersebut, menghimpun seluruh informasi virus corona ini,” imbuh Dr. Daeng.

“ Dengan adanya posko ini, kita juga akan mendorong dokter-dokter untuk bersiap, dari segi pengetahuan dan keahlian, bagaimana menangani virus corona tersebut,” tambahnya.

IDI & RB

Foto: IDI/Dream-Michelle Rachel Evangelista Maramis 

 

4 dari 5 halaman

Berawal dari mata

Dr. Daeng M. Faqih menjelaskan, virus corona dapat tertular melalui mata yang disebabkan mengucak mata dengan tangan kotor.

“ Mata kita ini ada mukosa, sama seperti hidung dan mulut. Jadi di saat kita mengucek mata dengan tangan yang kotor, hal ini dapat mengakibatkan virus corona tersebut masuk ke dalam tubuh,” jelasnya.

Ilustrasi sakit mata

 

5 dari 5 halaman

Imbauan IDI

Oleh karena itu, IDI mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan gaya hidup yang sehat, seperti olahraga aktivitas fisik, istirahat, dan memiliki gizi yang cukup.

“ Dengan mempraktekkan tiga hal itu, daya tahan tubuh akan bagus. Sehingga, kalau misalkan virus corona masuk ke dalam tubuh, kekebalan tubuh dapat melawan virus ini,” tegasnya.

Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis

Beri Komentar