Tak Selalu Buruk, Pandemi Juga Bikin Keluarga Makin Solid

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 4 Oktober 2021 09:12
Tak Selalu Buruk, Pandemi Juga Bikin Keluarga Makin Solid
Ada efek lainnya dari pandemi yang memiliki dampak positif.

Dream – Sejak pertengahan 2020 kehidupan seluruh dunia berubah drastis. Semua harus beradaptasi dengan cepat karena pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda hingga saat ini.

Efeknya begitu besar dalam segala aspek kehidupan. Baik dalam hal kesehatan, perekenomian, pendidikan, hingga kondisi mental. Sederet dampak buruk pandemi akan langsung muncul di kepala.

Tahukah Sahabat Dream, jika ditilik lebih lanjut ada juga dampak positif dari pandemi, terutama pada keluarga dan anak-anak. Mungkin kamu tak menyadarinya.

Beberapa efek pandemi berikut mungkin bisa mengembalikan semangat kamu lagi dalam menjalani aktivitas bersama keluarga.

1. Berlimpahnya waktu bersama keluarga
Sebagai keluarga, kita jadi memiliki waktu untuk bersama lebih lama. Anak jadi punya banyak waktu untuk dihabiskan dengan keluarga, terutama ayah dan ibunya.

Dampak quality time bersama anak dan keluarga tentunya tak tergantikan. Bisa melihat orangtuanya setiap hari, begitu juga sebaliknya, akan sangat menyenangkan jika dimanfaatkan dengan optimal.

 

1 dari 6 halaman

2. Momen kekeluargaan baru

Kegiatan anak tidak melulu harus dilakukan dengan teman-teman sebayanya. Keluarga juga bisa ciptakan momen terbaik untuk anak. Seperti memasak atau memanggang makanan bersama di halaman. Makan bersama akan meningkatkan rasa peduli anak, dan membuatnya jadi lebih bahagia.

Anak belajar© Shutterstock

3. Anak lebih mandiri dan meningkatkan kemampuannya menyelesaikan masalah
Anak-anak yang setiap hari di rumah akan menemukan hal-hal baru.Seperti mualai bermain kegiatan baru, atau mulai menjalankan hobinya. Mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat akan ciptakan rasa percaya diri, dan berani melakukan sesuatu sendirian. Anak akan mulai menyelesaikan masalah dan menghasilkan perkembangan karater yang adaptif, positif, dan pantang menyerah.

 

2 dari 6 halaman

4. Anak jadi pandai menggunakan teknologi

Belajar online membuat anak dipaksa untuk menggunakan teknologi canggih, seperti melakukan kelas dengan aplikasi meeting online. Pembelajaran virtual juga membuat anak jadi mengerti tentang penggunakan gadget.

Anak usia TK bahkan sudah kenal kata 'join', 'mute' sampai koneksi yang buruk. Mau tidak mau anak dituntut untuk mengerti teknologi untuk dukung pembelajarannya.

Laporan Delfina Rahmadhani/ Sumber: Parents

3 dari 6 halaman

Perlindungan Maksimal, Pertimbangkan Vaksin Flu untuk Seluruh Keluarga

Dream – Flu menyerang di mana saja dari 3-11% populasi setiap tahun yang mengakibatkan ribuan pasien rawat inap bahkan kematian. Musim flu tahun ini bertepatan dengan penyebaran penyakit lain yakni Covid-19.

Sementara ini ada tiga vaksin yang disetujui untuk melawan virus corona dan cara terbaik untuk menghindari influenza adalah mendapatkan suntikan flu.

“ Mendapatkan suntikan flu akan memberikan perlindungan selama musim flu yang dapat berlanjut hingga April,” kata Dawn Nolt, M.D., MPH, anggota Komite Penyakit Menular American Academy of Pediatrics (AAP) kepada Parents.

Selain itu, vaksin flu juga dikaitkan dengan lebih sedikit pasien rawat inap atau yang meninggal. Artinya, lebih banyak pasien Covid-19 dapat diakomodasi dalam keadaan darurat.

 

4 dari 6 halaman

Efektivitas vaksin influenza

Vaksin flu diakui belum sempurna serta efektivitasnya berfluktuasi setiap tahun. Hal ini disebabkan oleh vaksin yang dikembangkan berbulan-bulan sebelum musim flu tiba. Akibatnya, mungkin diformulasikan untuk melindungi virus berbeda dari yang beredar.

Riset: Orang Tak Divaksin 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal© Dream

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengklaim vaksin flu diharapkan mampu menurunkan risiko flu 40 persen hingga 60 persen. Dokter Nolt mengatakan, vaksi akan melindungi jenis flu dominan yang beredar di masyarakat tetapi juga mengandung perlindungan terhadap jenis lain.

Selain itu, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin dapat memberikan perlindungan silang terhadap strain yang tidak diwakili oleh vaksin. Bahkan dengan kekurangannya, lebih baik memiliki vaksin daripada tidak sama sekali.

“ CDC mencatat bahwa 80% kasus flu anak adalah anak-anak yang tidak divaksinasi,” kata Mark N. Simon, MD, Kepala Petugas Medis OB Hospitalist Group. Ia menambahkan, orang yang terkena flu setelah diimunisasi cenderung memiliki kasus yang ringan dan lebih cepat sembuh.

 

5 dari 6 halaman

Siapa yang harus divaksin influenza?

Baik orangtua dan anak-anak harus mendapat suntikan karena influenza bisa menyebabkan komplikasi. “ Sekitar sepertiga kasus pneumonia disebabkan oleh pernapasan yang paling umum yakni influenza,” kata dr. Simon.

Bahkan setelah pemulihan, orang dewasa berisiko menularkan virus kepada anak-anak atau orang yang lebih rentan termasuk wanita hamil, orang tua, dan bayi.
Hanya ada beberapa pengecualian untuk pedoman ini.

“ Anak-anak di bawah usia 6 bulan terlalu muda untuk mendapatkan suntikan flu,” menurut CDC. Mereka juga mengatakan bahwa orang dengan alergi parah terhadap vaksin flu harus menghindarinya.

 

6 dari 6 halaman

Apa yang harus dilakukan jika terserang flu?

Jika terkena flu dengan gejala demam, sakit tenggorokan, atau nyeri tubuh, tetaplah di rumah dan istirahat. “ Obat melawan virus influenza yang disebut obat antivirus tersedia dengan resep dari dokter dan dapat mengurangi keparahan dan durasi penyakit jika diminum dalam waktu 48 jam,” kata dr. Nolt.

Beberapa gejala flu tumpang tindih dengan gejala Covid-19, jadi dokter mungkin menyarankan untuk melakukan tes corona. Tidak perlu buru-buru ke UGD kecuali benar-benar lemas.

“ Saya menyarankan pasien untuk menghindari ruang gawat darurat jika mereka memiliki gejala ringan hingga sedang,” kata Elizabeth Suing, asisten dokter di Spectrum Health di Michigan. Jika khawatir akan penyebaran COVID-19, telemedicine bisa menjadi pertimbangan.

Laporan Elyzabeth Yulivia

Beri Komentar