Tips Memperindah Bentuk Paha Lebih Efektif

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 5 Juli 2019 09:12
Tips Memperindah Bentuk Paha Lebih Efektif
Apakah kamu sedang dalam usaha memperkecil paha?

Dream - Lemak di paha bisa membuatmu sulit memiliki denim atau celana favorit yang pas.

Ketika seseorang ingin menurunkan berat badan, lemak di daerah paha adalah target yang paling sering disasar.

Penelitian terbaru menunjukkan, memiliki banyak lemak di perut dan paha dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Tapi cukup sulit menghilangan lemak di area paha bagian dalam. Berikut beberapa hal yang harus diketahui untuk menghilangan lemak paha:

1 dari 5 halaman

Proses Mengurangi Lemak di Paha

Jika ingin menurunkan berat badan, hal pertama yang harus diketahui adalah kamu tidak dapat mengurangi lemak di satu area saja.

Endapan lemak di sekitar paha bisa berkurang hanya ketika kamu menghilangkan lemak tubuh secara keseluruhan. Ketika massa tubuh berkurang, pahamu akan mengecil.

Kalau kamu dapat mengurangi konsumsi makanan hingga 3.500 kalori dalam seminggu, mungkin lemak berlebih di seluruh bagian tubuh akan berkurang.

 shutterstock

2 dari 5 halaman

Paha Kencang

Meskipun lemak di paha tidak mungkin hilang secara langsung, tapi kamu bisa mencoba untuk mengencangkannya.

Coba latihan ketahanan tubuh untuk meningkatkan penampilan seluruh bagian tubuh.

 Ilustrasi

Latihan resistensi membantu membangun massa otot dan memberikan penampilan yang kencang pada otot yang ditargetkan.

Jika kamu fokus pada otot paha, maka perlu melakukan lunges dan squat. Melakukan dua hingga tiga set lunge dan squat yang terdiri dari 10-12 repetisi, sangat bagus untuk mengencangkan otot paha.

3 dari 5 halaman

Tentukan Target yang Masuk Akal

Penting untuk menentukan target yang masuk akal ketika mencoba menurunkan berat badan. Semakin besar kalori defisit, semakin cepat proses penghancuran lemak.

 Ilustrasi

 

Biasanya, kamu sudah bisa melihat perubahannya dalam empat hingga lima minggu.

(ism, Sumber: Times of India)

4 dari 5 halaman

Penyakit Langka Misofonia, Tak Tahan Dengar Bunyi Kerupuk

Dream - Bunyi orang mengunyah permen karet, menyeruput kopi atau makan kerupuk bukan sesuatu yang mengganggu.

Semua bunyi itu adalah kejadian biasa. Dan akan terdengar setiap saat di mana pun kita berada.

Namun, bagi penderita misofonia, bunyi-bunyi itu sangat mengganggu hingga ke tingkat yang ekstrem.

Misofonia, juga dikenal sebagai Selective Sound Sensitivity. Digambarkan sebagai respons emosional atau fisiologis yang kuat terhadap bunyi-bunyi tertentu yang biasanya dihasilkan oleh manusia.

Jadi, bunyi orang menggigit makanan renyah, menjentikkan jari, atau bahkan bernafas, dianggap sebagai gangguan yang tak tertahankan.

Memicu Rasa Marah hingga Jijik

Reaksi yang paling umum dari penderita misofonia saat mendengar bunyi-bunyi tertentu adalah tidak suka atau marah.

Namun penderita misofonia juga bisa mengalami masalah psikologis seperti kecemasan dan rasa jijik.

  Ampuh! Begini Cara Menghilangkan Sakit Kepala Sebelah

Reaksi itu terkadang diikuti dengan pelepasan adrenalin. Yang menyebabkan jantung berdebar, badan gemetar, berkeringat berlebihan, hingga meningkatnya denyut nadi.

Ini akan membuat semua yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, menjadi sesuatu yang tak tertahankan bagi penderita misofonia.

Hidup dengan Misofonia

Salah satu penderita misofonia adalah Margot Noel dari Inggris. Kisah hidupnya bersama misofonia didokumentasikan oleh BBC.

Margot sendiri tidak ingat sejak kapan dia menderita misofonia. Dia hanya tahu tidak suka atau benci dengan bunyi-bunyi tertentu.

Beberapa bunyi tersebut di antaranya suara orang berbisik. Bunyi klik pena saat ditekan dan bunyi krek saat jari-jari ditarik atau ditekuk.

  Menatap Layar Komputer Bikin Mata dan Kepala Sakit?

Margot bukan hanya tidak suka bunyi-bunyi tersebut, tapi juga membenci benda-bendanya.

" Bunyi-bunyi itu membuat saya ketakutan, dan saya akan melakukan apa pun untuk menghentikannya," kata Margot.

5 dari 5 halaman

Paling Benci Suara Krek Saat Jari Ditarik

Bunyi yang paling dibenci oleh gadis 28 tahun ini adalah bunyi krek saat jari ditarik atau ditekuk.

" Tidak hanya pada taraf tidak suka, tapi bunyinya membuat saya mual. Saya merasa cemas yang amat sangat," katanya.

Margot bahkan menyamakannya dengan kondisi ketika seseorang menodongkan pistol di kepalanya.

  Telinga Gatal dan Sakit, Saat di Cek Laba-laba Bersarang di Dalamnya

Margot mengaku sangat menderita dan tertekan. Dia tidak mungkin melarang orang-orang sekitarnya melakukan hal normal tapi dibencinya.

Baru Tahu Menderita Misofonia 3 Tahun Lalu

Margot baru mengetahui bahwa dia menderita misofonia sekitar tiga tahun lalu. Setelah merasa sangat terganggu ketika menyaksikan pertunjukan teater.

Pada awalnya dia menikmati pertunjukan itu. Tetapi tiba-tiba bunyi napas seseorang yang duduk dekatnya menarik perhatiannya.

Bunyi itu terdengar sangat mengganggu hingga mengalihkan perhatiannya dari pertunjukan teater.

  Penyakit Langka, Tak Tahan Dengar Bunyi Orang Makan Kerupuk atau Bernapas

Ilustrasi penderita Misofonia. (Foto: Unsplash.com)

Begitu pulang, Margot langsung mencari informasi di Internet tentang gejala yang mirip dengan yang dialaminya.

Ketika membaca tentang misofonia, Margot merasa lega karena dia setidaknya mengerti apa yang sedang terjadi.

Menjadi Bagian dari Penelitian Misofonia

Setelah mengetahui ada studi misofonia dilakukan di Newcastle, Margot menghubungi salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Margot akhirnya menjadi bagian dari penelitian misofonia itu. Dia menjalani enam uji coba untuk mengukur respons terhadap pemicu misofonia.

Sayang, Margot hanya mampu melalui dua uji coba karena yang lainnya benar-benar tak tertahankan baginya.

" Bukannya saya menyerah, karena saya benar-benar ingin menjalaninya. Tapi mereka bilang saya harus berhenti karena terlalu tertekan dan itu mengacaukan hasil uji coba," katanya.

  Mengapa Selalu Muncul Sakit Kepala Saat Datang Bulan?

Sejak itu, Margot berusaha bisa hidup bersama misofonia. Dalam kehidupan sehari-hari, Margot selalu memakai penutup telinga atau headphone untuk menghalangi suara yang membuatnya gila.

" Saya menjadikan musik sebagai pelindung dari bunyi-bunyi gila itu. Saat menonton film, saya hanya menutup telinga setiap kali mendengar bunyi yang memicu respons emosional yang tidak terkendali ini," pungkas Margot.

(ism, Sumber: OddityCentral.com)

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi