Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Dampak perubahan iklim benar-benar terasa dalam kehidupan saat ini. Seperti suhu ekstrem hingga mencairnya es di kawasan kutub.
Memahami dampak dari perubahan iklim tentu sangat penting dan harus menjadi perhatian bersama. Tetapi, menyampaikannya kepada anak-anak tentu bukan hal sepele.
Akun kampanye pelestarian lingkungan, The Dodo, mengunggah sebuah video yang menunjukkan seorang ibu traveling bersama dua anaknya masih kecil. Ibu tersebut mengajak anak-anaknya untuk menyaksikan bayi anjing laut yang habitatnya terancam.
"Selama kunjungan saya selalu bilang, 'Ingat wajah hewan-hewan yang kalian temui, betapa lucu, betapa lucu dan apapun yang kalian lakukan bisa memengaruhi upaya mereka bertahan hidup," ujar ibu tersebut.

Mengajarkan perubahan iklim kepada anak-anak sangat efektif melalui pertemuan dengan hewan yang terkena dampaknya. Ibu tersebut mengajak anaknya terbang menuju Quebec, Kanada.
"Saat terbang di area itu, kalian akan melihat ribuan ibu dan bayi anjing laut di atas lapisan es. Lalu, kalian pun mendarat di atas es dan mulai berjalan di area sekitar," kata ibu itu.
"Kalian akan melihat bayi anjing laut rebahan di atas lapisan es dan ibu mereka keluar-masuk air untuk mencarikan makanan," ucap dia melanjutkan.

Bayi-bayi anjing laut tersebut baru berusia 10 hari sejak lahir. Kondisinya masih sangat rapuh, belum bisa melihat maupun berenang.
"Pada dasarnya, belum bisa melakukan hal-hal esensial untuk bertahan hidup," kata dia.
Ikatan antara induk dengan bayi anjing laut sangat luar biasa. Sang induk menyusui bayi-bayinya dengan sangat protektif.
Setelah 10 hari kelahiran, sang induk akan mengajarkan bayi-bayi itu berenang. Bayi-bayi hewan itu butuh lapisan es yang tebal, sementara perubahan iklim justru membuat es mencair.
"Jadi kalau bayi-bayi anjing laut ini belum bisa berenang saat es mencair, mereka akan tenggelam," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com/Asnida Riani
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire