3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Pernikahan/ Foto: Shutterstock
Dream - Pernikahan menjadi tahap yang ditunggu oleh banyak orang, tetapi kapan sebaiknya seseorang menikah dari sisi kesehatan? Pertanyaan ini sering muncul karena dampak pernikahan terhadap kesehatan fisik dan mental bisa signifikan, terutama jika menikah terlalu dini.
Di banyak wilayah, termasuk desa seperti Wonorejo di Banyuwangi, masalah pernikahan dini masih menjadi perhatian.

" Desa Wongsorejo ini peringkat kedua pernikahan dini yang paling tinggi di Banyuwangi, jadi paling banyak dispensasi (menikah di bawah umur) yang diajukan oleh warga ke Pak Kades (Kepala desa)," kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi Henik Setyorini pada acara Bakti BCA Edukasi “ Ayo Cegah Stunting!” di SMAN 1 Wongsorejo, Rabu 9 Agustus 2023.
Pernikahan yang terjadi di usia yang terlalu muda dapat berisiko untuk mempengaruhi kesehatan mental. Anak-anak yang menikah belum memiliki kematangan emosional dan psikologis yang diperlukan untuk mengelola hubungan perkawinan.
" Anak menikah di usia anak, lalu punya anak, lalu bertengkar antara anak dan ibu yang masih anak anak. Seorang anak masih belum stabil emosinya, bisa bisa rumah tangga bertengkar karena tidak dibelikan skincare," ujar Henik.
Ketika pasangan menikah pada usia yang masih sangat muda, mereka cenderung belum siap untuk menghadapi tanggung jawab menjadi orang tua. Kurangnya pengetahuan tentang gizi, perawatan, dan kebutuhan anak seringkali mengakibatkan anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut menjadi korban stunting.
" Penyebab stunting bukan hanya karena gizi di Banyuwangi, tapi karena pola asuh, pendidikan orangtua. Pernikahan anak adalah salah satu pemicu dari stunting ini," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada kesempatan yang sama.
Melihat pentingnya peran orangtua dalam menanggulangi stunting, berikut 4 hal yang harus diketahui dan diterapkan oleh para calon pasangan.

" Sebagai calon ibu, ingat 4 T ini. Jangan terlalu muda, menikah di bawah 21 perempuan 25 laki-laki. Jangan terlalu tua, jangan sampai 35 tahun. Terlalu dekat jaraknya, biasanya ibunya menggunakan kontrasepsi pil dan lupa dikonsumsi. Terlalu banyak," ujar Hanik.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini