Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vaksin Covid-19/ Shutterstock
Dream - Vaksinasi Covid-19 jadi harapan besar untuk mengendalikan pandemi. Hingga saat ini belum semua orang mendapatkan vaksin Covid-19. Baru kelompok prioritas yang mendapatkannya, antara lain tenaga kesehatan, lansia, PNS, petugas pelayanan publik, aparat hukum, dan TNI/Polri.
Seperti kita tahu, vaksin selalu memiliki efek samping. Bisa berupa gatal, nyeri, demam, ruam dan masih banyak lagi. Lalu bagaimana jika vaksinasi diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi obat?
Dikutip dari KlikDokter, kandungan vaksin Covid-19 telah dirancang ahli untuk dapat diterima oleh semua kalangan. Efek samping vaksin juga sedapat mungkin sudah diperkirakan.
Disampaikan dr. Devia Irine Putri, vaksin COVID-19 merupakan hal yang baru dan masih terus dipelajari. Itu sebabnya, tidak menutup kemungkinan pula vaksin dapat menimbulkan reaksi alergi tertentu.
“ Orang yang punya alergi obat atau makanan layak untuk divaksin. Namun, karena vaksin COVID-19 adalah hal yang baru, bukan tidak mungkin tidak menimbulkan reaksi alergi. Oleh sebab itu, perlu dievaluasi setelah penyuntikan,” ujar dr. Devia.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dalam rilis beberapa waktu lalu menegaskan soal keamanan dan manfaat vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat luas. Meskipun diperbolehkan mendapat vaksin, ada beberapa kondisi alergi obat yang perlu diperhatikan. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), seseorang yang alergi salah satu bahan pembuatan vaksin COVID-19 tidak disarankan untuk menerima vaksin.
Jika pada suntikan dosis pertama terjadi reaksi alergi, maka orang tersebut tidak disarankan untuk mendapat suntikan dosis kedua. PAPDI juga menyebutkan seseorang yang menunjukan alergi berupa anafilaksis dan reaksi berat akibat suntikan vaksin COVID-19 Sinovac dosis pertama maka tidak dianjurkan untuk menerima suntikan dosis kedua.
Dijelaskan, alergi obat pada seseorang kebanyakan disebabkan pemberian antibiotik neomisin, polimiksin, streptomisin, dan gentamisin. Sementara, vaksin COVID-19 sendiri tidak memiliki kandungan obat tersebut.

Selebihnya, orang dengan alergi obat tertentu aman untuk menerima vaksin COVID-19. Dengan catatan, beritahu terlebih dahulu kepada dokter atau vaksinator perihal alergi obat yang dimiliki.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya