Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Dream - Memiliki 'gigi kelinci' dengan memasang veneer sudah jadi tren yang digandrungi para wanita. Apalagi, kalau memiliki profesi yang menuntut penampilan menarik seperti publik figur.
Lalu seperti apa sih plus minusnya?
" Sebenarnya, veneer bukan untuk dijadikan lifestyle. Tujuannya untuk meminimalisir pembuangan gigi. Kecuali kalau profesinya menuntut penampilan yang lebih," ujar Jeffry Susanto, Dokter Gigi di acara Grand Opening Beautylogica Clinic Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis 12 Juli 2018.
Salah satu alasan mengapa veneer menjadi tren adalah pasien bisa sekaligus memutihkan gigi secara permanen. Tidak hanya itu, pasien juga bisa bebas memilih seberapa putih gigi mereka.
" Biasanya, orang memilih indirect veneer menggunakan gigi yang dibuat dari porselen. Karena tidak perlu retouch warna, walaupun makan atau minum sesuatu yang berwarna seperti kopi dan teh," katanya.

Selain karena warna putih yang permanen, indirect veneer membutuhkan waktu lebih lama untuk perawatannya. Seseorang hanya perlu melakukan pengecekan setelah 3 sampai 4 tahun memakai veneer.
Tapi, prosedur ini memakan biaya yang jauh berbeda dengan direct veneer yang dibuat dari bahan untuk menambal gigi.
" Direct veneer hanya Rp700 ribu per gigi. Sedangkan indirect, Rp3 juta per gigi. Lebih murah karena mudah berubah warna dan harus dicek ulang setelah 5 sampai 6 bulan," imbuhnya.
Di balik indahnya memiliki 'gigi kelinci', sebenarnya veneer bisa mengubah struktur dan bentuk gigi serta membatasi seseorang dalam memilih makanan.
" Sekali pasang veneer, tidak boleh dilepas lagi seumur hidup. Harus dirawat dan tidak boleh dipakai untuk menggigit makanan yang keras karena veneer bisa patah," ujarnya.
Selain patah, gigi bisa sensitif karena terlalu sering melakukan retouch warna. Maka dari itu, ia menganjurkan veneer untuk memperbaiki struktur gigi berantakan atau renggang.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

