Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pil Kecantikan (Shutterstock)
Dream - Sudah menjadi keharusan bagi kita semua apabila mengonsumsi obat dalam bentuk apa pun: diperlukan pengawasan serta rekomendasi dari profesional kesehatan.
Dengan banyaknya bentuk pengobatan saat ini, mayoritas konsumen terutama yang ingin melangsingkan tubuh, memiliki kulit putih dan terawat, berupaya mencari pengobatan alternatif dari pada mengunjungi para profesional.
Untuk melihat seberapa buruknya 'pengobatan alternatif', seorang CEO sebuah perusahaan kosmetik dan produk penurun berat badan menunjukkan pil-pil produknya yang membuat masyarakat Malaysia ngeri.
Dalam sebuah video yang tersebar di sosial media, CEO tersebut tengah memamerkan kepada publik tentang cara mengonsumsi rentetan obat kecantikannya. Ia mengambil beberapa pil miliknya dan memasukan ke dalam mulut serta menenggaknya dengan sebotol soda.
Akan tetapi, mengonsumsi obat dengan jumlah banyak tak hanya berenti sampai situ. Sang CEO pun pindah posisi dan mulai meminum obat lagi.


Dr. Rafidah Abdullah, seorang Nephrologist Kementerian Kesehatan Malaysia, pada akun Twitter pribadinya, menyebutkan bahwa hal tersebut sangatlah berbahaya.
" Sebagai dokter, saya hanya bisa berdoa agar organ dalamnya tidak dibuat untuk menanggung efek samping," ucap Dr Rafidah.
Netizens mengomentari video itu juga ngeri pada jumlah pil yang dia ambil hanya demi mempromosikan produk kecantikannya.
CEO produk kecantikan tersebut memang terkenal dengan kontroversi dengan promosi produknya agresif.
Banyak warga Malaysia berharap bahwa Departemen Kesehatan atau pihak berwenang segera mengambil tindakan dari pemasaran yang agresif. Tidak untuk menghentikan bisnisnya, melainkan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk lebih sadar akan bahaya 'produk alternatif' tanpa pengawasan.
(Sumber: Worldofbuzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya