6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Bioskop Drive-in (Foto: Shutterstock)
Dream - Ditengah masa pandemi, jelas banyak orang yang merindukan pergi ke bioskop. Menghadapi larangan berkerumun di tempat terbuka muncul gagasan bioskop drive-in dimana penonton tak perlu keluar dari mobil untuk menonton film kesayangan mereka di sebuah layar berukuran besar.
Namun kamu yang sedang dalam keadaan lelah disarankan untuk berpikir dua kali untuk menonton di bioskop drive-in. Salah satu alasannya adalah kamu akan tertidur di dalam mobil dengan kondisi mesin masih menyala. Tentu hal ini berbahaya.
Seperti sudah banyak diketahui, gas karbomonoksida yang tidak berwarna dan tidak berbau bisa saja bocor dari knalpot dan terhirup oleh pengendara maupun penumpang mobil tersebut. Tanda dan gejala keracunan gas karbon monoksida termasuk pusing, pandangan kabur, kehilangan kesadaran dan banyak lagi.
Tergantung pada periode paparan gas beracun ini, seseorang dapat menderita kerusakan jantung, kerusakan otak dan bahkan kematian karenanya.
Dilansir dari World of Buzz, menurut laporan Astro Awani, Datuk Seri Dr Ismail Abdul Muttalib, Wakil Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia menyatakan bahwa akan lebih aman bagi masyarakat untuk menonton televisi di rumah.
" Bukannya kami ingin menutup idenya, kami berpikir untuk yang terbaik, tetapi kami tidak ingin hal-hal kecil mengarah pada bencana yang lebih besar," tambahnya.
Pada 19 Juli 2020, Kesehatan Masyarakat Malaysia mengunggah pernyataan yang mendesak masyarakat tidak tertidur di dalam mobil dengan mesin menyala. Tidak seperti negara lain, Malaysia memiliki cuaca yang lembab dan panas yang membuat orang ingin menyalakan AC bahkan ketika mobil tidak bergerak.
Ini terjadi setelah Perak meluncurkan bioskop drive-in pertama di negara ini, yaitu Casuarina Sini-Drive di Ipoh. Itu terletak di Bandar Meru Raya, Ipoh dan dapat menampung sebanyak 70 kendaraan sekaligus.
Bioskop drive-in ini menjadi viral selama periode order control gerakan (MCO), ketika jarak sosial perlu dipraktikkan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Itu juga dilihat sebagai katalis untuk meremajakan pariwisata Perak, menurut Datuk Seri Ahman Faizal Azumu, Kepala Menteri negara bagian Perak.
(Sah, Sumber: Worldofbuzz)
Dream - Nonton film rasanya kurang lengkap tanpa mengemil makanan popcorn yang berbahan utama jagung. Namun sadarkah Sahabat Dream jika kita terkadang tidak bisa berhenti makan popcorn saat nonton film?
Ternyata ada lho penjelasan ilmian mengapa popcorn selalu jadi pelengkap ketika asyik menonton film di bioskop. Hal ini punya kaitan erat dalam sisi sejarah perkembangan teater di Amerika.
Sebelum terkenal di bioskop, popcorn memang sudah diketahui banyak orang sebagai kudapan malam pada akhir tahun 1800-an. Seorang pengusaha asal Chicago bernama Charles Cretors merupakan orang yang membuat mesin popcorn pertama di dunia.
Walaupun alat ini sudah hadir, tak berarti popcorn langsung mudah diterima banyak masyarakat untuk dibawa ke bioskop.
Melansir World of Buzz, kehadiran popcorn mudah didapatkan dengan harga yang merakyat, sehingga banyak orang dari berbagai kalangan mampu membelinya.
Depresi besar di AS merupakan masa terpuruknya perekonomian AS dan berimbas pada seluruh masyarakat di sana. Karena masa itu terbilang sulit bagi semua orang, menonton film merupakan hiburan yang murah.
Tak sedikit orang menonton film pada masa itu sebagai bentuk penghiburan dan pelarian dari kenyataan keras depresi hebat.
Lakunya film bioskop serta penjualan popcorn yang bisa dibeli sebelum masuk ke bisokop ternyata bisa jadi solusi ampuh untuk menghibur banyak orang. Oleh karena itu, camilan popcorn diperbolehkan masuk ke dalam bioskop.
Saat itu hargan popcorn hanya 5 hingga 10 sen per kantongnya, terutama setelah penemuan pembuat popcorn oleh Charles Cretor pada tahun 1890-an.
Selain harganya yang tidak mahal, ada beberapa penelitian yang menjelaskan mengapa kita tidak bisa berhenti makan popcorn. Stuart Hanson, seorang sejarawan film di De Montfort University di Leicester bahkan sampai membandingkannya dengan Narkoba
" Salah satu lelucon besar dalam industri ini adalah bahwa popcorn adalah yang kedua setelah kokain atau heroin dalam hal mencari keuntungan."
Popcorn terdiri dari bahan kimia aroma yang sangat kuat seperti 6-asetil-2,3,4,5-tetrahidropiridin dan 2-asetil-1-pyrroline yang digunakan oleh industri makanan untuk membuat aroma makanan menjadi lebih menarik.
(Sah, Sumber: Worldofbuzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
