Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Source: Shutterstock.com
Dream - Anak membutuhkan nutrisi yang cukup untuk memperkuat daya tahan tubuh terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Makronutrien dan mikronutrien merupakan dua hal yang harus dipenuhi agar nutrisi anak tercukupi setiap harinya.
Sebenarnya, kedua kebutuhan nutrisi tersebut bisa didapatkan dengan mudah ketika mengonsumsi sayur, buah serta makanan sehat lainnya. Namun, mengonsumsi makanan sehat saja tidak cukup tanpa memperhatikan kesehatan saluran cerna.
“ Sebaik dan sebanyak apapun nutrisinya, kalau nggak diserap baik oleh saluran cerna, malah nggak bisa digunakan,” kata Arini Dewi Widodo, Spesialis Anak dalam webinar Nutriclub ‘Nutrisi untuk Imunitas, Kunci Tumbuh Kembang Optimal’, Senin 20 Juli 2020.
Nutrisi yang tidak tercerna tersebut bisa dikeluarkan kembali atau menimbulkan masalah pencernaan seperti kembung dan sakit perut.

Salah satu tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua adalah menjaga mikrobiota yang merupakan komposisi bakteri di bagian atas usus untuk membantu proses pencernaan makanan.
Perhatian terutama diberikan ketika buah hati harus mencerna vitamin K, B12 serta asam lemak rantai pendek yang bermanfaat untuk mengendalikan metabolisme serta mengurangi risiko alergi.
“ Cara memastikan mikrobiota usus baik dan stabil, ibu harus memberikan probiotik dan prebiotik. Probiotik atau bakteri baik harus mendominasi usus sebanyak 80-85 persen. Sedangkan, prebiotik merupakan makanan probiotik”.
Beberapa contoh makanan yang mengandung probiotik adalah kimchi, tempe dan yoghurt. Sementara, makanan yang mengandung prebiotik adalah sayur atau buah seperti apel dan pisang.