Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Peluncururan Sensodyne Mounthwash Di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa 14 Juni 2016. (foto: Sensodyne)
Dream - Gigi sensitif tentu sangat tidak nyaman bagi para penderitanya. Pasalnya tidak semua jenis makanan bisa dikonsumsi dengan nikmat tanpa adanya sakit karena gigi sensitif.
Mengejutkan, justru gigi sensitif cenderung lebih rentan dialami saat bulan puasa. Dimana aktivitas mengunyah lebih jarang, akibatnya air liur untuk melindungi gigi sensitif tidak ada.
" Gigi sensitif cenderung lebih sering terjadi pada saat berpuasa, di mana rongga mulut berada dalam keadaan lebih kering karena aktivitas mengunyah jauh berkurang. Akibatnya air liur yang dikeluarkan lebih sedikit dan tidak efektif melindungi gigi sensitif," kata pakar kesehatan gigi dan mulut, Sabai Asmaraghrya saat peluncururan Sensodyne Mounthwash di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa 14 Juni 2016.
" Akhirnya, kenikmatan berbuka dengan minuman dingin dan manis selepas puasa menjadi momok rasa ngilu yang semakin terasa," imbuhnya.
Menurut Sabai, penyebab gigi sensitif akibat rangsangan rasa dari makanan, minuman dingin dan panas dapat mengakibatkan bagian gigi terbuka. Alhasil, menimbulkan rasa ngilu pada gigi.
" Gigi sensitif kondisi dimana berubahnya struktur gigi yang menyebabkan bagian gigi dentil terbuka. Bisa disebabkan oleh cara menyikat gigi yang salah. Akibatnya rasa ngilu yang tajam dan oendek ketika terkena ransangan makanan dan minuman panas, dingun atau asam," paparnya.
Sementara untuk cara mengatasi gigi sensitif, kata Sabai, tidak hanya dengan rutin menggosok gigi. Tetapi rutin periksa minimal enam bulan sekali dan menggunakan mouthwash untuk menjangkau sisa makanan yang masih ada didalam gigi.
" Sebaiknya dengan mouthwash karena bisa membersihan sisa makanan yang tidak bisa menjangkau kebersihan gigi," ucapnya.
Selain itu, dampak dari gigi sensitif ternyata dapat mempengaruhi mood emosional bagi penderita. Alhasil rasa sakit yang diderita membuat rasa malas untuk berinteraksi dengan luar.
" Dampak emosional. Dampak yang merasa sakit maka emosi akan terbawa mood kita akan rusak. Saat mood rusak malas berinteraksi dengan luar," pungkas Sabai. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan