Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyakit gagal jantung dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya kelainan katup jantung. Meski tidak menyebabkan gagal jantung sebanyak hipertensi, kelainan katup jantung harus diwaspadai.
Katup jantung berfungsi sebagai gerbang atau pintu masuk darah ke dalam jantung. Tubuh manusia memiliki empat katup yang selalu terbuka dan menutup setiap kali jantung berdenyut.
" Kalau salah satu katupnya rusak, beban ke jantung jadi meningkat. Volume darah yang masuk jadi bertambah dan arusnya tidak benar. Karena kerja jantung yang lebih berat akhirnya pasien mengalami gagal jantung," papar Dicky Armein Hanafy, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Jakarta, Selasa 2 April 2019.
Jika sudah mencapai tahap gagal jantung, pasien dapat meninggal secara mendadak. Jantung mulai membengkak dan kehilangan kemampuan memompa darah ke seluruh tubuh.
Untuk memperbaiki katup jantung yang rusak dapat dilakukan dengan dua metode. Jika tanpa operasi, katup jantung yang rusak dapat dibantu dengan memakai kateter.
" Ada juga yang melakukan operasi jantung terbuka untuk menggantinya dengan katup biologis ataupun mekanik," ujar dr. Dicky.
Pasien yang melakukan operasi pergantian katup harus melalui proses pemulihan di rumah sakit selama satu minggu. Selanjutnya, pasien akan melewati masa 3 bulan rehabilitasi agar beradaptasi dengan katup yang baru. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya