Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Batam Di Malam Hari (Foto: Batamislandtrans.blogspot.co.id)
Dream - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar International Jazz Day 2017 di Batam. Event musik ini menjadi puncak perayaan Hari Jazz Internasional. Penggemar jazz antusias menyambut perhelatan ini pada 30 April mendatang.
Bukan cuma gelaran musik jazz, Kemenpar juga menggelar pertunjukan musik, talkshow dan berbagai kegiatan lain berhubungan dengan aliran musik dari New Orleans, Amerika Serikat ini. Konser musik jazz berskala dunia ini akan diisi sejumlah musisi seperti Sheila Majid, Soukma, Geliga, Asian Rhythm Project, Lightcraft, Ikkubaru dan grup jazz dari Batam sendiri.
Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Jazz di Batam ini. Menurut Menpar, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini. Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Batam. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Indonesia.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. " Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi," kata Arief Yahya dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 26 April 2017.
Gardiana, Ketua Batam Jazz Society (BJS) mengaku, selalu merayakan perayaan International Jazz Day setiap tahun sejak 2014. Sebagai salah satu komunitas pencinta musik jazz di Indonesia, BJS secara resmi mendapat kesempatan UNESCO & Thelonius Monk (Institute of Jazz) sebagai salah satu kota di dunia yang menjadi mitra dalam penyelenggaraan International Jazz Day.
Perayaan International Jazz Day tahun ini di Batam, akan digelar di Goodies Poolside Restaurant, mulai Pukul 17.00-23.00 WIB. Selain komunitas pecinta jazz, para ekspatriat yang berdomisili di Batam akan meraimakan acara ini. " Ttarget kami mendatangkan ratusan wisatawan tetangga asal Singapura dan Malaysia," ujar pria dengan sapaan akrab Dian ini.
Selama ini, Batam terkenal dengan industri wisata dan bahari. Dengan gelaran jazz festival ini, Kemenpar berharap, menjadi magnet bagi para wisatawan untuk bertandang ke Batam.
Lebih dari itu, jazz festival ini sebagai ajang promosi pariwisata di Batam. " Event ini sangat cocok untuk menjaring wisman karena potensi pariwisata di Batam yang mumpuni, semoga event ini berkelanjutan menjadi event nasional," jelasnya.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya