Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Begini Rasanya Jatuh Dari Gedung Tertinggi Di Dunia
Dream - Burj Khalifa di Dubai merupakan salah satu bangunan ikonik yang sangat terkenal. Dengan ketinggian 828 meter, Burj Khalifa menjadi gedung tertinggi di dunia.

Dengan tinggi hampir satu kilometer itu, orang mungkin tidak bisa membayangkan rasanya jika terjatuh dari bangunan berlantai 163 tersebut.
Namun seorang content creator bernama Andre Larsen berhasil mengabadikan momen terjatuh dari puncak tertinggi Burj Khalifa.
Pemilik akun kanal YouTube Andre Larsen itu memperlihatkan kepada penonton seperti apa rasanya jatuh dari ketinggian luar biasa melalui video yang dibuatnya.
Untuk menunjukkan rasanya jatuh dari puncak Burj Khalifa, Larsen tentu saja tidak mengorbankan dirinya dengan naik ke atas puncaknya dan kemudian terjun ke bawah.
Larsen mengemudikan pesawat tanpa awak alias drone dari puncak Burj Khalifa. Lantas bagaimana rasanya jatuh dari gedung pencakar langit tertinggi di dunia itu?
Beginilah awalnya jika kita terjun dari menara Burj Khalifa dan melihat ke bawah. Tampak pemandangan pagi atau sore kota Dubai yang begitu indah.

Terlihat gedung-gedung pencakar langit lainnya tampak begitu kecil dan mungil di hadapan Burj Khalifa. Gedung-gedung tinggi itu seperti stik es krim berwarna abu-abu.

Sementara tepat di bawah drone meluncur, tampak halaman Burj Khalifa yang luas sekali dan sangat indah desain atau penataannya.
Danau-danau buatan yang tersambung dengan sungai yang juga buatan, tampak cantik mengelilingi Burj Khalifa.

Melihat pemandangan bawah dari atas Burj Khalifa, begitu mempesona. Kita seakan dibawa menuju dunia masa depan yang sangat futuristik.
Meski demikian, tidak hanya keindahan saja yang tersaji dalam video berdurasi 34 detik itu. Kita juga dihadapkan pada kengerian yang bikin jantung serasa copot.
Betapa tidak, meluncur dari puncak setinggi 828 bukan hal yang bisa dihadapi setiap orang. Mereka yang takut ketinggian mungkin tidak disarankan untuk menonton video Larsen.

Entah berapa kecepatan drone tersebut saat meluncur ke bawah. Jika dilihat dari jendela kaca Burj Khalifa saat dilalui oleh drone, maka kecepatannya mungkin 40-50 meter per jam atau bisa lebih.
Meski dalam gerakan yang cepat, sesekali drone berhasil merekam bagian-bagian dek atau balkon tempat para wisatawan bersantai di ketinggian tertentu di Burj Khalifa.

Sambil meluncur dengan derasnya ke bawah, drone yang dikemudikan Larsen sesekali mengelilingi Burj Khalifa.

Begitu mendekati area paling bawah Burj Khalifa, kecepatan drone semakin melambat sebelum akhirnya terbang secara horizontal.

Kini drone yang diterbangkan Larsen itu memperlihatkan penampakan area halaman Burj Khalifa yang memiliki desain yang benar-benar megah dan mewah.

Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?