Foto: Islamic Fashion Institute
Dream - Kain tradisional memiliki potensi tinggi di pasar fashion. Namun sayang, apresiasinya tak sebesar busana modern.
Seorang wanita asal Sumatera, Rifdatul Khoiro, datang ke Bandung untuk memperkenalkan kain tradisional Jambi.
Siswa lulusan Islamic Fashion Institute (IFI) itu memamerkan karyanya di perhelatan 'Notre Voyage', pada acara Haflatu at Takhorruj Batch 4.

" Saya dari Jambi, pengen ngasih unjuk kalau kain kita juga bagus. Saya melihat pengrajin lokal di sana semangatnya tinggi, namun sayang belum punya kesempatan. Makanya saya mau mengangkat kain ini agar lebih terkenal," ujarnya di Bandung, Rabu kemarin.
Keragaman budaya Jambi diimplementasikan ke dalam delapan busana muslim ready to wear.
Bertajuk 'Elok', Rifdatul menggambarkan wanita Jambi yang cantik budi pekerti dan parasnya. Koleksinya memakai kain Jambi dengan 13 motif, diantaranya Angsa Dua, Durian Pecah dan Kapal Sanggat.
Para model juga berjalan memakai Tengkuluk, penutup kepala khas Melayu yang dijadikan sebagai hijab.

Busana outer, inner, blouse dan culotte dibuat dengan style urban. Kombinasi siluet I, H dan A-line mengacu pada tren foecasting singularity 2019-2020 dengan subtema Swarga - Upskill Craft.
" Koleksi ini ada delapan jumlahnya. Percaya diri, kalau konsepnya kuat, insyaallah koleksi ini bakal berbeda dengan yang lain," tuturnya.
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

Serunya Generate Foto dengan Google Gemini di Booth AXIS Cherrypop Festival 2026

#PecahinBareng Google Gemini, Tambah Keseruan Pengunjung di Cherrypop Festival 2026

Paket AXIS Rp25 Ribuan di AXISNET, Dapat Bonus Google Gemini hingga 6 Bulan